Telantar dan Sakit-sakitan di Malaysia, TKI asal Lembang Lega Bisa Pulang Kampung
Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:40 WIB
loading...
TKI asal Kampung Gamlok RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, Endik Sopandi (45) akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya setelah sakit-sakitan dan terlantar di Malaysia. Foto/MPI/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Setelah sekian lama menunggu, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Gamlok RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang bekerja di Malaysia, Endik Sopandi (45) akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya.
Endik mengaku lega karena selama berada di perantauan tujuh tahun, dirinya justru lebih banyak sakit-sakitan dan tidak bekerja. Bahkan dirinya hidup terlantar akibat tidak punya uang sehingga harus meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia agar memulangkannya.
Baca juga: Pulang Sekolah, Siswi SD Tersesat, Terlunta-lunta, Menangis Berjam-jam di Dekat Stasiun Cimahi
"Syukur alhamdulillah saya akhirnya bisa balik lagi ke rumah. Terima kasih untuk semuanya, sekarang bisa kumpul lagi sama keluarga," kata Endik didamping istri dan anaknya, Selasa (12/10/2021).
Endik menyebutkan, pergi ke Malaysia dengan harapan bisa mengubah ekonomi keluarganya. Dia pun nekat berangkat secara ilegal dan harus mengeluarkan biaya sebesar 38 ribu ringgit atau sekitar Rp12 juta kepada sebuah agen dengan iming-iming gaji yang cukup besar.
Endik mengaku lega karena selama berada di perantauan tujuh tahun, dirinya justru lebih banyak sakit-sakitan dan tidak bekerja. Bahkan dirinya hidup terlantar akibat tidak punya uang sehingga harus meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia agar memulangkannya.
Baca juga: Pulang Sekolah, Siswi SD Tersesat, Terlunta-lunta, Menangis Berjam-jam di Dekat Stasiun Cimahi
"Syukur alhamdulillah saya akhirnya bisa balik lagi ke rumah. Terima kasih untuk semuanya, sekarang bisa kumpul lagi sama keluarga," kata Endik didamping istri dan anaknya, Selasa (12/10/2021).
Endik menyebutkan, pergi ke Malaysia dengan harapan bisa mengubah ekonomi keluarganya. Dia pun nekat berangkat secara ilegal dan harus mengeluarkan biaya sebesar 38 ribu ringgit atau sekitar Rp12 juta kepada sebuah agen dengan iming-iming gaji yang cukup besar.
Lihat Juga :