Pastikan PON XX Aman dari Pandemi, Menpora: Pemerintah Terus Pantau Penerapan Prokes
Rabu, 06 Oktober 2021 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Terkait proteksi kesehatan dalam PON XX Papua, Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON XX Papua, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno menjelaskan alur khusus yang ditetapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX Papua. Baca juga: Sugeng Persembahkan Emas Pertama Babel di PON XX Papua 2021
Dijelaskan, semua harus divaksin, menjalani tes PCR dan isolasi di provinsi masing-masing sebelum berangkat. Saat tiba di lokasi, atlet kembali dites antigen, lalu diakomodasikan berdasarkancabang olahraganya. "Kegiatan mereka hanya dari tempat akomodasi ke tempat pertandingan, tanpa peluang mengunjungi tempat lain di luar agenda yang ditetapkan, sesuai prinsip sistem bubble," jelasnya.
Di tempat akomodasi, bila bergejala langsung dites antigen, bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi dan dilakukan tracing untuk sekitarnya. "Atlet yang akan bertanding dengan body contactseperti wushu atau gulat, dilakukan tes antigen sebelum bertanding,” papar Suwarno.
Sebelum pulang, atlet akan kembali menjalani tes PCR untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus persyaratan penerbangan. Kemudian, setibanya di provinsi masing-masing, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi memberikan kesempatan isolasi agar betul-betul dapat dipastikan atlet tersebut dalam keadaan sehat.
Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional Brigjen TNI (Purn) Alexander Ginting meminta kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, penyelenggara, partisipan, berbagai lembaga, TNI Polri yang memiliki fungsi ganda sebagai penjaga keamanan dan membantu pengawasan prokes di lapangan.
Dijelaskan, semua harus divaksin, menjalani tes PCR dan isolasi di provinsi masing-masing sebelum berangkat. Saat tiba di lokasi, atlet kembali dites antigen, lalu diakomodasikan berdasarkancabang olahraganya. "Kegiatan mereka hanya dari tempat akomodasi ke tempat pertandingan, tanpa peluang mengunjungi tempat lain di luar agenda yang ditetapkan, sesuai prinsip sistem bubble," jelasnya.
Di tempat akomodasi, bila bergejala langsung dites antigen, bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi dan dilakukan tracing untuk sekitarnya. "Atlet yang akan bertanding dengan body contactseperti wushu atau gulat, dilakukan tes antigen sebelum bertanding,” papar Suwarno.
Sebelum pulang, atlet akan kembali menjalani tes PCR untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus persyaratan penerbangan. Kemudian, setibanya di provinsi masing-masing, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi memberikan kesempatan isolasi agar betul-betul dapat dipastikan atlet tersebut dalam keadaan sehat.
Sementara itu, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional Brigjen TNI (Purn) Alexander Ginting meminta kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, penyelenggara, partisipan, berbagai lembaga, TNI Polri yang memiliki fungsi ganda sebagai penjaga keamanan dan membantu pengawasan prokes di lapangan.
Lihat Juga :