BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Kamis, 18 Juni 2026 - 07:03 WIB
loading...
BMKG menyebut Indonesia bagian selatan semakin kering akibat musim kemarau. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan memasuki pertengahan Juni 2026, atmosfer di wilayah Indonesia menunjukkan kondisi yang semakin kering, terutama di wilayah bagian selatan. Hal ini menandai musim kemarau yang meluas di wilayah Indonesia.
"Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut, sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, telah mengalami periode tanpa hujan dalam kategori menengah (11-20 hari) hingga sangat panjang (31-60 hari)," tulis BMKG lewat laman resminya, Rabu (17/6/2026).
Kondisi ini, jelas BMKG, sejalan dengan perkembangan musim, di mana sebanyak 33,3% wilayah Zona Musim atau 233 ZOM di Indonesia telah memasuki Musim Kemarau.
Baca juga: BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG pun menjelaskan bahwa situasi tersebut menunjukkan bahwa pengurangan curah hujan mulai meluas dan perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air, serta peningkatan potensi suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari dan lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
"Meskipun kondisi kering semakin mendominasi sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, beberapa wilayah di Indonesia bagian utara masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat," jelasnya.
Sementara itu, BMKG mencatat pada periode 11–14 Juni 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di beberapa wilayah, seperti Sumatera Barat (139 mm/hari), Papua (94 mm/hari), Riau (89 mm/hari), Sulawesi Utara (79 mm/hari), Kalimantan Barat (77 mm/hari), dan Sulawesi Barat (63 mm/hari).
"Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut, sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, telah mengalami periode tanpa hujan dalam kategori menengah (11-20 hari) hingga sangat panjang (31-60 hari)," tulis BMKG lewat laman resminya, Rabu (17/6/2026).
Kondisi ini, jelas BMKG, sejalan dengan perkembangan musim, di mana sebanyak 33,3% wilayah Zona Musim atau 233 ZOM di Indonesia telah memasuki Musim Kemarau.
Baca juga: BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG pun menjelaskan bahwa situasi tersebut menunjukkan bahwa pengurangan curah hujan mulai meluas dan perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air, serta peningkatan potensi suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari dan lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
"Meskipun kondisi kering semakin mendominasi sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, beberapa wilayah di Indonesia bagian utara masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat," jelasnya.
Sementara itu, BMKG mencatat pada periode 11–14 Juni 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di beberapa wilayah, seperti Sumatera Barat (139 mm/hari), Papua (94 mm/hari), Riau (89 mm/hari), Sulawesi Utara (79 mm/hari), Kalimantan Barat (77 mm/hari), dan Sulawesi Barat (63 mm/hari).
Lihat Juga :