Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Sarat Misteri, Begini Penjelasan Kriminolog UI

loading...
Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Sarat Misteri, Begini Penjelasan Kriminolog UI
Kriminolog FISIP UI menilai, publik dan keluarga perlu bersabar menunggu upaya pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang. Foto/Ilustrasi
BANDUNG - Hingga saat ini, polisi belum mengungkap pelaku pembunuhan maupun otak pembunuhan terhadap ibu dan anak. Ini membuat publik semakin bertanya-tanya. Bahkan, kasus yang terkatung-katung itu juga membuat pihak keluarga korban kini saling curiga.

Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Iqrak Sulhin pun angkat bicara mengenai lamanya pengungkapan kasus tersebut. Dia mengatakan, pembunuhan umumnya disebabkan oleh masalah di dalam relasi interpersonal. Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dan Ditelanjangi, Yoris Putra Korban Beberkan Fakta Mengejutkan

"Seperti adanya sakit hati, dendam, hutang piutang, atau dampak dari bully. Itulah mengapa dalam pembunuhan pelaku cenderung merupakan seseorang yang dikenal oleh korban. Jarang pembunuhan dilakukan oleh orang asing," ungkap Iqrak melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (28/9/2021).

Menurut Iqrak, adapun pembunuhan oleh orang asing lebih merupakan ekses dari kejahatan lain, seperti perampokan. Pembunuhan bisa disebabkan karena pelaku ketahuan atau korban melakukan perlawanan dan pelaku kemudian melakukan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa.



"Di dalam pengungkapan pembunuhan, polisi biasanya akan mengembangkan teori bahwa pelaku adalah mereka-mereka yang ada dalam lingkup interaksi korban," sebutnya.

Lebih lanjut Iqrak mengatakan, terdapat dua hal yang akan dicari polisi di dalam pengungkapan kasus kejahatan, termasuk pembunuhan ibu dan anak ini. Pertama motif dan kedua bukti atau petunjuk.

"Motif biasanya ditemukan dalam riwayat komunikasi, seperti sms, chat di media sosial, atau status postingan di media sosial pelaku. Untuk mengetahui motif, riwayat komunikasi itu harus ditemukan," jelasnya.

"Kedua adalah bukti atau petunjuk. Bukti bisa berupa rekaman CCTV atau yang lebih saintifik seperti jejak DNA," sambung dia.Baca juga: Sakit Hati Bakal Ditinggal, Pria di Malang Habisi Istri Sirinya Pakai Martil

Disinggung penyebab kasus pembunuhan tersebut tak kunjung terungkap, meski sudah memakan waktu cukup lama, Iqrak menegaskan bahwa pengungkapan yang masih belum tuntas dapat disebabkan karena motif belum ditemukan dan bukti atau pentunjuk masih belum jelas.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top