alexametrics

Hari Ketiga, BIN Gelar Rapid dan Swab Test Massal di Dua Zona Merah di Surabaya

loading...
Hari Ketiga, BIN Gelar Rapid dan Swab Test Massal di Dua Zona Merah di Surabaya
Salah satu petugas medis saat mengikuti rapid dan swab test massal yang digelar BIN bersama Pemkot Surabaya. FOTO/IST
A+ A-
SURABAYA - Badan Intelijen Negara (BIN) kembali melanjutkan rangkaian rapid dan swab test massal COVID-19 diSurabaya, Jawa Timur. Hari ini, BIN menggelar di dua titik sekaligus yang merupakan zona merah, berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Dua lokasi itu berada di Jalan Gresik PPI dan Jalan Manukan, Terminal Manukan. Dalam rapid test kali ini, BIN menyediakan alat test lebih banyak dari sebelumnya yaitu 2.000 sampai 3.000 alat rapid test. Dengan begitu, antusiasme tinggi warga yang ingin mengikuti rapid test COVID-19 bisa terakomodasi. (Baca juga: Tak Peduli Corona, Ribuan Warga Pasuruan Tetap Serbu Objek Wisata Lokal)

Selain itu, BIN juga menyediakan mobile lab atau PCR (Polymerase Chain Reaction) di masing-masing titik lokasi rapid test yang dapat melakukan 300 sampel test dalam 2,5 jam. PCR test ini digunakan untuk warga yang hasil rapid testnya reaktif.



Kepala BIN daerah Jatim, Brigjen TNI M Syafei K mengatakan, sesuai arahan dari Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, rapid test masal COVID-19 mulai hari ini digelar di dua titik di Surabaya karena masih banyak wilayah zona merah yang warganya belum melakukan test COVID-19.

"Kegiatan ini dilaksanakan oleh BIN adalah kegiatan kemanusiaan yang dalam program memutus rantai penularan COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini BIN bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota," ucap Brigjen TNI M Syafei di lokasi rapid test massal di Terminal Manukan, Jalan Manukan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/5/2020).

Syafei mengungkapkan, dalam rapid test massal ini, BIN menyiapkan 2.000 alat rapid test, yang masing-masing lokasi mendapat 1.000 alat rapid test. Dia berharap lewat rapid test ini, dapat menekan penularan COVID-19.

"Kemampuan alat dari BIN ini mampu melaksanakan test cepat dengan peralatan medis yang mendukung di dua titik. Untuk sementara cukup menampung terutama daerah zona merah untuk melaksanakan rapid test sehingga kapasitasnya kita perbanyak, sehari satu tempat bisa 1.000 orang, jadi 2 tempat bisa 2.000 orang," jelasnya.

"Karena Surabaya ini penyebaran COVID-nya 50% dari jumlah penderita COVID yang ada di Jatim. Sehingga pimpinan BIN melihat perlu Surabaya menjadi prioritas penanganan untuk memutus rantai COVID. Sehingga kita berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat melokalisasi penderita COVID yang positif kemudian diisolasi dan ditangani kesehatan sehingga tidak menyebar ke seluruh wilayah," paparnya.

Sementara itu, Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari, salah satu dokter yang menangani rapid COVID-19 yang digelar BIN di Surabaya menyampaikan update hasil rapid test sementara sejak pukul 07.00 - 14.00 Wib.

Di lokasi pertama rapid test di Jalan Gresik PPI, sebanyak 510 warga telah mengikuti rapid test COVID-19. Dari jumlah itu, 48 orang hasilnya reaktif. Sementara itu, di lokasi kedua di Terminal Manukan, sebanyak 736 warga telah mengikuti rapid test. Dari jumlah itu, 105 orang hasilnya reaktif.

Mereka yang reaktif menjalani PCR test atau swab test untuk memastikan apakah positif atau negatif COVID-19. BIN sendiri menyediakan mobile lab di masing-maisng lokasi rapid test untuk melakukan swab test. PCR test ini memiliki kemampuan 300 sampel dalam satu hari dan hasilnya dapat keluar dalam 5 jam.

Sebelumnya, BIN telah menggelar rapid test masal sejak Jumat (29/5) di beberapa lokasi di Surabaya. Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan untuk Pemkot Surabaya. Tujuannya untuk membantu penanganan COVID-19 di Surabaya agar lebih cepat dan tepat.
(nbs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak