PT Greenfields di Blitar Tiba-tiba Disidak DPRD Provinsi Jatim, Ada Apa?

Selasa, 14 September 2021 - 19:21 WIB
loading...
PT Greenfields di Blitar...
Lokasi peternakan sapi perah (Farm 2) milik PT Greenfields Indonesia di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jatim. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A A A
BLITAR - DPRD Provinsi Jatim tiba-tiba melakukan kunjungan kerja (kunker) ke peternakan sapi PT Greenfields Indonesia di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jatim. Kunker dilakukan di tengah ramainya gugatan class action pencemaran lingkungan.

Ada 9 anggota Legislatif Provinsi Jawa Timur yang melakukan kunker. Tiba di peternakan sapi (Farm 2) PT Greenfields di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, para anggota legislatif langsung dibawa ke ruang pertemuan.

Sebuah ruangan berukuran 5 meter X 8 meter. Di dalamnya terlihat tumpukan kasur dan barang-barang lain. Kuswanto geram. Politisi Partai Demokrat tersebut merasa kurang dihargai.

Baca juga: Hoax! Pencabutan Class Action 157 Warga terhadap PT Greenfields

"Apa PT Greenfields tidak punya ruangan lain untuk pertemuan?," tanya Kuswanto sembari berjalan ke luar ruangan. Kuswanto menegaskan tidak meminta penyambutan mewah. Namun tempat layak untuk pertemuan. Apalagi mereka sudah jauh-jauh datang dari Surabaya.

"Kenapa kita ditempatkan di ruangan campur tumpukan kasur bekas," tambah Kuswanto. Melihat protes itu, pihak PT Greenfields melalui Head Of Dairy Farm Development dan Suistainability seketika itu meminta maaf.

Tempat pertemuan langsung dipindah ke ruang rapat yang berlokasi di atas, tidak jauh dari pemerahan sapi. Di ruangan tersebut, persoalan PT Greenfields disampaikan.

Dalam pertemuan terungkap PT Greenfields belum juga memiliki izin pengolahan limbah (IPAL) yang saat ini menjadi bagian materi gugatan class action warga Kabupaten Blitar.

Baca juga: Penanganan Dugaan Pencemaran PT Greenfields Mandek, Warga Blitar Cemas Bupati Melempem

"Kami hadir bukan mencari masalah. Tapi mencari solusi sehingga tidak ada permasalahan dengan warga," ujar Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jatim, Selasa (14/9/2021).

Keterangan PT Greenfields, IPAL sudah diperbaiki sekaligus dilakukan uji coba empat kali. Namun izinnya belum keluar. Begitu juga dengan izin pengolahan limbah cair juga belum ada.

Sementara limbah kotoran sapi mencapai 80-100 ton per hari. Limbah padat dan cair tersebut dihasilkan dari 7.500 ekor sapi perah.

Kuswanto menilai PT Greenfields kurang respons dan suka memelihara masalah. Sebagai wakil rakyat ia menegaskan, kerja investor tidak menimbulkan persoalan lingkungan. "Kehadiran investor harusnya bisa meningkatkan kesejahteraan warga," tegas Kuswanto.

Anggota Komisi D Guntur Wahono meminta PT Greenfields segera menyelesaikan masalah perizinan. Kemudian juga menuntaskan persoalan limbah yang berdampak pada lingkungan.

"Kami ingin ketika datang kembali untuk mengecek, semua persoalan sudah selesai," tambah Guntur.

Di tengah percakapan, seseorang bernama Supandi yang mengaku dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blitar tiba-tiba meminta waktu bicara. Ia mengatakan KTNA telah bekerjasama dengan PT Greenfields untuk mengolah limbah kotoran sapi. MoU tersebut dikatakannya menguntungkan.

Menanggapi itu, anggota DPRD Provinsi Jatim meminta KTNA untuk tidak menjadi bemper PT Greenfields. Sementara menanggapi pertemuan di ruang yang dianggap dewan tidak layak, Head Of Dairy Farm Development dan Suistainability Heru Prabowo menyampaikan permintaan maaf.

"Karena alasan ruangan yang di atas terbatas, tidak bisa merokok dan harus streril," ujarnya. Dalam pertemuan itu Heru juga mengatakan, pihaknya akan segera membenahi apa yang menjadi kekurangan perusahaan.

Seperti diketahui saat ini PT Greenfields tengah digugat class action pencemaran lingkungan oleh warga Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Doko. Gugatan yang dilakukan 258 kepala keluarga tersebut masih dalam proses mediasi di Pengadilan Negeri Blitar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Kunker di Dapil, Sarifah...
Kunker di Dapil, Sarifah Harum Cek Langsung Jalan Rusak di Kaltim
DPR Desak Penyelidikan...
DPR Desak Penyelidikan Asal Usul Limbah Radioktif Cesium-137 di Cikande
Heboh, Truk Limbah Buang...
Heboh, Truk Limbah Buang Kotoran Sembarang di Saluran Air Jatinegara
Mantan Ketua DPRD Jatim...
Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Linglung usai Hilang Selama 5 Hari Diajak Pergi 3 Pria Tak Dikenal
Eks Ketua DPRD Jatim...
Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi Ditemukan Linglung di Bangkalan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Mantan Ketua DPRD Jawa...
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi Meninggal Dunia
Pesan Prabowo ke Bupati-Wali...
Pesan Prabowo ke Bupati-Wali Kota: Kalau Saya Kunker, Anak Sekolah Tak Perlu Menyambut di Pinggir Jalan
Rekomendasi
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Berita Terkini
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved