Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Sulap Limbah Sisik Ikan Jadi Aksesori, UMKM Ini Raup Omzet Puluhan Juta

loading...
Sulap Limbah Sisik Ikan Jadi Aksesori, UMKM Ini Raup Omzet Puluhan Juta
Limbah sisik ikan yang dibuat Tjahyani meraup keuntungan puluhan juga rupiah. Foto SINDOnews
MANADO - Limbah sisik ikan ternyata bisa dibuat beragam aksesori cantik dan meraup keuntungan puluhan juta rupiah. Hal ini dilakukan Tjahyani. Awalnya, Tjahyani mencoba mengumpulkan limbah sisik ikan untuk membuat aksesori yang dipakainya sendiri.

Tak disangka, kreativitas dari sosok wanita paruh baya ini mampu menjadi barang dengan nilai jual yang tinggi. Banyak tetangga dan teman-temannya menaruh minat dan tertarik pada aksesori yang dibuatnya itu. Baca juga: Cyberpunk 2077 tak Sesuai Ekspektasi, Co-Founder Pengembang Minta Maaf

Melihat respons positif, Tjahyani akhirnya memberanikan diri untuk serius menekuni usaha di bidang kerajinan tangan ini dan pada 2012 silam dia mulai menjalankan usaha kerajinan tangan yang diberi nama Yanie Handicraft.

"Saya memilih usaha dengan mengolah limbah sisik ikan karena tertarik dengan sisik ikan, khususnya ikan kakap yang ukurannya besar, bentuknya yang bagus dan unik. Ternyata setelah diterapkan untuk dijadikan aksesori ciri khas sisik ikannya ini menambah cantik khas aksesori buatan saya,” tutur Tjahyani, Minggu (12/9/2021).



Banyak sekali jenis aksesori yang dibuat oleh Tjahyani, seperti kalung, cincin, anting, bros, gelang dan juga tusuk jilbab. Pada awal menjalankan usahanya, tentunya sebagai UMKM yang baru merintis, modal usaha menjadi salah satu kebutuhan utama Tjahyani untuk mengembangkan usahanya.

Pada tahun keduanya memulai usaha di 2013, Tjahyani akhirnya memutuskan untuk bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina melalui program kemitraan untuk menambah modal usaha serta ilmu dalam menjalankan bisnis.

Keputusan Tjahyani ternyata tepat. Bukan hanya pinjaman modal saja yang dia dapatkan, namun pelatihan dan diikutkan di pameran-pameran yang membuat produknya semakin dikenal oleh masyarakat. Setelah menjadi mitra binaan Pertamina, pinjaman modal berdampak positif pada perkembangan omzet yang cukup signifikan.

"Dari sebelumnya beromzet sekitar 10 juta per bulan, hingga akhirnya dapat naik 2 kali lipat per bulan hingga 25 juta selama menjadi mitra Pertamina," kata wanita yang akrab disapa Yani ini.

Usahanya ini ternyata tidak hanya berdampak pada peningkatan omzet, namun mampu memberikan multiplier effect lainnya seperti mampu memberikan pekerjaan bagi orang disekitarnya. Baca juga: Limbah Medis Meningkat Akibat Pandemi, RSB Sartika Asih Operasikan Fasilitas Limbah Medis B3
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top