Pemprov Sulsel Akan Keluarkan Rekomendasi PTM untuk 22 Daerah
Senin, 30 Agustus 2021 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:Vaksinasi Guru-Siswa Belum Tuntas, P2G Minta Mendikbudristek Tak Gegabah Gelar PTM
Asqar melanjutkan, secara umum PTM terbatas bagi wilayah PPKM level 1-3 tetap diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kapasitas siswa di ruang kelas dibatasi, begitupula jam belajar di sekolah. Detailnya, nanti akan diatur dalam edaran resmi Plt Gubernur Sulsel yang akan diterbitkan.
Sementara vaksinasi, lanjut dia, bukan menjadi persyaratan melakukan PTM terbatas di Sulsel. Kendati begitu, pihaknya terus mendorong vaksinasi bagi tenaga pendidik dan siswa. Dengan harapan, terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di sekolah.
“Sebenarnya vaksinasi bukan wajib. Paling tidak herd immunity untuk siswa bisa terbentuk. Jadi bukan berarti harus dipersyaratakan, tetapi kita berharap siswa bisa ikut divaksin, sehingga PTM yang akan kita lakukan, tidak terkendala lagi soal teknis,” papar Asqar.
Baca juga:PPKM di Kota Makassar Harus Turun Level, Pelaksanaan PTM Mendesak
Dia mengemukakan, program Kebut Vaksin yang diinisiasi Pemprov Sulsel pun terus didorong dengan mempriroitaskan kelompok usia 12-17 tahun atau pelajar. Dengan harapan mendukung kesuksesan PTM. Pasalnya khusus vaksinasi pelajar di Sulsel, masih minim.
“Tenaga pendidik di seluruh sekolah di Sulsel sudah hampir 80% sudah divaksin. Kalau untuk siswa, sampai saat ini yang kita lihat memang masih tergolong rendah. Kalau dilihat dari data yang dikeluarkan dinas kesehatan itu sudah mencapai lebih 10% yang sudah divaksin,” urai Asqar.
Asqar melanjutkan, secara umum PTM terbatas bagi wilayah PPKM level 1-3 tetap diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kapasitas siswa di ruang kelas dibatasi, begitupula jam belajar di sekolah. Detailnya, nanti akan diatur dalam edaran resmi Plt Gubernur Sulsel yang akan diterbitkan.
Sementara vaksinasi, lanjut dia, bukan menjadi persyaratan melakukan PTM terbatas di Sulsel. Kendati begitu, pihaknya terus mendorong vaksinasi bagi tenaga pendidik dan siswa. Dengan harapan, terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di sekolah.
“Sebenarnya vaksinasi bukan wajib. Paling tidak herd immunity untuk siswa bisa terbentuk. Jadi bukan berarti harus dipersyaratakan, tetapi kita berharap siswa bisa ikut divaksin, sehingga PTM yang akan kita lakukan, tidak terkendala lagi soal teknis,” papar Asqar.
Baca juga:PPKM di Kota Makassar Harus Turun Level, Pelaksanaan PTM Mendesak
Dia mengemukakan, program Kebut Vaksin yang diinisiasi Pemprov Sulsel pun terus didorong dengan mempriroitaskan kelompok usia 12-17 tahun atau pelajar. Dengan harapan mendukung kesuksesan PTM. Pasalnya khusus vaksinasi pelajar di Sulsel, masih minim.
“Tenaga pendidik di seluruh sekolah di Sulsel sudah hampir 80% sudah divaksin. Kalau untuk siswa, sampai saat ini yang kita lihat memang masih tergolong rendah. Kalau dilihat dari data yang dikeluarkan dinas kesehatan itu sudah mencapai lebih 10% yang sudah divaksin,” urai Asqar.
Lihat Juga :