Bersekutu Melalui Teknologi Menaklukan Pandemi
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, katanya, ia tentu tak mau kalau wali murid di rumah malah terbebani. Bahkan, ada yang sempat bilang kalau tugas guru digantikan wali murid di rumah. "Jadi nggak hanya memberikan tugas pada siswa, tapi juga membuat cara belajar daring yang disukai anak," katanya.
Meskipun ia termasuk generasi emak-emak yang sebelum pandemi tak memahami pembelajaran digital, kini ia sudah bisa menghasilkan berbagai karya digital yang bisa dinikmati oleh anak-anak masa kini. "Nggak kalah lah dengan anak milenial," kelakarnya sambil tersenyum.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga menyediakan aplikasi berbasis android untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) bagi siswa jenjang SD-SMP Negeri. Aplikasi PPDB Surabaya ini bisa diunduh para orang tua atau Calon Peserta Didik Baru (CPDB) melalui Google Play Store.
Baca juga: Bikin Habis Kesabaran, Warga Blitar Siapkan Laporan Pidana untuk PT Greenfields
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menuturkan, aplikasi PPDB berbasis android ini memang dibuat sesederhana mungkin. Tujuannya, untuk memudahkan para orang tua atau CPDB mendapatkan akses layanan PPDB.
"Ada aplikasi yang kita buat sesederhana mungkin sehingga semua orang bisa menggunakan itu. Tinggal unduh saja di play store PPDB Kota Surabaya, di situ nanti sudah ada fitur-fiturnya yang kemudian digunakan untuk memilih," kata Supomo.
Ia melanjutkan, pihaknya juga menyediakan laman PPDB berbasis web. Untuk PPDB jenjang SMP, bisa diakses melalui laman https://ppdb.surabaya.go.id. Sedangkan PPDB jenjang SD di laman https://ppdbsd.surabaya.go.id. Semua syarat ketentuan, alur pendaftaran, hingga jadwal penerimaan PPDB bisa diakses di laman web atau melalui aplikasi android tersebut.
Baca juga: Tangis Pecah di Tanjung Jabung Timur, Ibu Hamil Tewas di Ambulans Gara-gara Terjebak Jalan Rusak
Supomo menambahkan, kemudahan PPDB ini sengaja dibuat di tengah pandemi COVID-19. Sehingga warga Surabaya mendapatkan akses sekolah. Apalagi yang ditangani pemkot ini adalah pendidikan dasar atau pendidikan wajib.
"Jadi semua orang harus sekolah dan wajib sekolah. Oleh karena itu, pemerintah kota hadir dan memfasilitasi mereka, agar mereka sekolah," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan akan tetap mengoptimalkan daya tampung penerimaan siswa ini. Khususnya bagi CPDB yang berasal dari keluarga tidak mampu. Namun begitu, terkait syarat atau jalur PPDB masih sama dengan tahun sebelumnya.
"Dalam pandemi COVID-19 ini kami akan meningkatkan daya tampung bagi keluarga tidak mampu. Jadi penambahan itu hanya ditujukan kepada keluarga tidak mampu bukan untuk yang lainnya," jelasnya.
Baca juga: Geger Warisan 20 Are Anak Tega Gugat Bapak Renta, Penggugat Tak Hadir Sidang Batal
Di samping mengoptimalkan daya tampung, Supomo mengungkapkan, pihaknya juga melakukan upaya lain melalui pedekatan kerjasama dengan sekolah-sekolah swasta dalam bentuk mitra warga. Bahkan, pendekatan juga dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga.
"Kami mencoba mencari CSR pihak ketiga yang kemudian nanti akan hadir dalam mensupport pendidikan ini. Entah perusahaan yang kemudian akan membantu meringankan beban pembiayaan saudara-saudara kita dari keluarga yang tidak mampu," jelasnya.
![Bersekutu Melalui Teknologi Menaklukan Pandemi]()
Pembayaran Non Tunai Lebih Praktis dan Aman
Upaya penerapan teknologi digital juga dikembangkan di berbagai jalan yang ada di Kota Pahlawan. Penularan COVID-19 juga kerap kali terjadi dari transaksi tunai. Untuk meminimalisir penularan, pembayaran non tunai diterapkan di berbagai jalan di Surabaya, terutama dalam pembayaran uang parkir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menerapkan pembayaran digital di sejumlah titik parkir. Setelah sebelumnya menerapkan financial teknologi atau pembayaran secara cashless di parkir gedung, kini Dishub Surabaya juga memulai menerapkan pembayaran retribusi parkir dengan fitur Qris di Parkir Meter Tepi Jalan Umum (TJU).
Baca juga: 2 Tenaga Alih Daya PT KAI Tak Berkutik Saat Diringkus Polsuska Usai Menggarong Rel KA
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menuturkan, keunggulan dari pembayaran keuangan digital atau dompet digital ini masyarakat tidak harus bersentuhan langsung dengan alat pembayaran, seperti uang tunai yang saat ini menjadi salah satu sumber penularan COVID-19 . Selain itu, masyarakat juga sangat dimudahkan karena hampir pasti semua masyarakat saat ini sudah memiliki smartphone, sehingga tinggal scan barcode tanpa menggunakan karcis parkir.
"Ini juga ramah lingkungan karena paperless atau tidak menggunakan karcis parkir, dan kalau memang dibutuhkan, petugas kami siap memberikan bukti trasaksinya, karena petugas parkir di sini dibekali dengan smartphone dan printer sebagai bukti transaksi kalau memang dibutuhkan. Jadi, petugas kita akan siap menawarkan atau menerima pembayaran secara cashless sesuai mobile banking atau fintech yang dimiliki oleh pengguna parkir," katanya.
Baca juga: Wanita Seksi Mengaku Istri Kolonel, Teriak Histeris di Bandara Sam Ratulangi Manado
Irvan menambahkan, pembayaran retribusi parkir dengan Qris ini tentu semakin menambah pilihan pembayaran secara digital atau elektronik di Kota Surabaya. Sebab, di sekitar Balai Kota Surabaya, selama ini sudah menggunakan uang elektronik pada alat parkir meter.
"Jadi, ini memberikan pilihan pembayaran digital bagi pengguna jasa parkir, dengan pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai ini, kita tidak harus sibuk lagi dengan kembalian pembayaran," ucapnya.
Ia juga menjelaskan alur transaksi pembayaran retribusi parkir dengan menggunakan fitur Qris itu. Awalnya, pengguna jasa parkir memarkirkan kendaraannya dan melakukan pembayaran parkir dengan fitur Qris. Lalu petugas memilih klasifikasi hingga retribusi parkir berdasarkan jenis kendaraan bermotor pada aplikasi Qris di handphone dan menekan opsi cetak Qris.
Baca juga: Banjir Landa 31 Desa di Batubara dan Rendam 5.000 Rumah, Warga Enggan Mengungsi
Selanjutnya, aplikasi akan otomatis mengeluarkan QR-Code sesuai klasifikasi tarif, kemudian pengguna jasa parkir melakukan scan QR-Code untuk persetujuan pembayaran. Setelah itu, aplikasi Qris pada android akan mencetak karcis dengan terlebih dahulu mengoneksikan android dengan bluetooth printer.
Ruang digital membentangkan beragam cara untuk bisa lebih cepat, aman dan bisa membantu banyak orang. Di tengah pandemi COVID-19 ini, perjalanan digital semakin dibutuhkan untuk bisa menyelamatkan masyarakat sekaligus memberikan nilai lebih dari kehidupan.
Meskipun ia termasuk generasi emak-emak yang sebelum pandemi tak memahami pembelajaran digital, kini ia sudah bisa menghasilkan berbagai karya digital yang bisa dinikmati oleh anak-anak masa kini. "Nggak kalah lah dengan anak milenial," kelakarnya sambil tersenyum.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga menyediakan aplikasi berbasis android untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) bagi siswa jenjang SD-SMP Negeri. Aplikasi PPDB Surabaya ini bisa diunduh para orang tua atau Calon Peserta Didik Baru (CPDB) melalui Google Play Store.
Baca juga: Bikin Habis Kesabaran, Warga Blitar Siapkan Laporan Pidana untuk PT Greenfields
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menuturkan, aplikasi PPDB berbasis android ini memang dibuat sesederhana mungkin. Tujuannya, untuk memudahkan para orang tua atau CPDB mendapatkan akses layanan PPDB.
"Ada aplikasi yang kita buat sesederhana mungkin sehingga semua orang bisa menggunakan itu. Tinggal unduh saja di play store PPDB Kota Surabaya, di situ nanti sudah ada fitur-fiturnya yang kemudian digunakan untuk memilih," kata Supomo.
Ia melanjutkan, pihaknya juga menyediakan laman PPDB berbasis web. Untuk PPDB jenjang SMP, bisa diakses melalui laman https://ppdb.surabaya.go.id. Sedangkan PPDB jenjang SD di laman https://ppdbsd.surabaya.go.id. Semua syarat ketentuan, alur pendaftaran, hingga jadwal penerimaan PPDB bisa diakses di laman web atau melalui aplikasi android tersebut.
Baca juga: Tangis Pecah di Tanjung Jabung Timur, Ibu Hamil Tewas di Ambulans Gara-gara Terjebak Jalan Rusak
Supomo menambahkan, kemudahan PPDB ini sengaja dibuat di tengah pandemi COVID-19. Sehingga warga Surabaya mendapatkan akses sekolah. Apalagi yang ditangani pemkot ini adalah pendidikan dasar atau pendidikan wajib.
"Jadi semua orang harus sekolah dan wajib sekolah. Oleh karena itu, pemerintah kota hadir dan memfasilitasi mereka, agar mereka sekolah," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan akan tetap mengoptimalkan daya tampung penerimaan siswa ini. Khususnya bagi CPDB yang berasal dari keluarga tidak mampu. Namun begitu, terkait syarat atau jalur PPDB masih sama dengan tahun sebelumnya.
"Dalam pandemi COVID-19 ini kami akan meningkatkan daya tampung bagi keluarga tidak mampu. Jadi penambahan itu hanya ditujukan kepada keluarga tidak mampu bukan untuk yang lainnya," jelasnya.
Baca juga: Geger Warisan 20 Are Anak Tega Gugat Bapak Renta, Penggugat Tak Hadir Sidang Batal
Di samping mengoptimalkan daya tampung, Supomo mengungkapkan, pihaknya juga melakukan upaya lain melalui pedekatan kerjasama dengan sekolah-sekolah swasta dalam bentuk mitra warga. Bahkan, pendekatan juga dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga.
"Kami mencoba mencari CSR pihak ketiga yang kemudian nanti akan hadir dalam mensupport pendidikan ini. Entah perusahaan yang kemudian akan membantu meringankan beban pembiayaan saudara-saudara kita dari keluarga yang tidak mampu," jelasnya.
.jpg)
Pembayaran Non Tunai Lebih Praktis dan Aman
Upaya penerapan teknologi digital juga dikembangkan di berbagai jalan yang ada di Kota Pahlawan. Penularan COVID-19 juga kerap kali terjadi dari transaksi tunai. Untuk meminimalisir penularan, pembayaran non tunai diterapkan di berbagai jalan di Surabaya, terutama dalam pembayaran uang parkir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menerapkan pembayaran digital di sejumlah titik parkir. Setelah sebelumnya menerapkan financial teknologi atau pembayaran secara cashless di parkir gedung, kini Dishub Surabaya juga memulai menerapkan pembayaran retribusi parkir dengan fitur Qris di Parkir Meter Tepi Jalan Umum (TJU).
Baca juga: 2 Tenaga Alih Daya PT KAI Tak Berkutik Saat Diringkus Polsuska Usai Menggarong Rel KA
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menuturkan, keunggulan dari pembayaran keuangan digital atau dompet digital ini masyarakat tidak harus bersentuhan langsung dengan alat pembayaran, seperti uang tunai yang saat ini menjadi salah satu sumber penularan COVID-19 . Selain itu, masyarakat juga sangat dimudahkan karena hampir pasti semua masyarakat saat ini sudah memiliki smartphone, sehingga tinggal scan barcode tanpa menggunakan karcis parkir.
"Ini juga ramah lingkungan karena paperless atau tidak menggunakan karcis parkir, dan kalau memang dibutuhkan, petugas kami siap memberikan bukti trasaksinya, karena petugas parkir di sini dibekali dengan smartphone dan printer sebagai bukti transaksi kalau memang dibutuhkan. Jadi, petugas kita akan siap menawarkan atau menerima pembayaran secara cashless sesuai mobile banking atau fintech yang dimiliki oleh pengguna parkir," katanya.
Baca juga: Wanita Seksi Mengaku Istri Kolonel, Teriak Histeris di Bandara Sam Ratulangi Manado
Irvan menambahkan, pembayaran retribusi parkir dengan Qris ini tentu semakin menambah pilihan pembayaran secara digital atau elektronik di Kota Surabaya. Sebab, di sekitar Balai Kota Surabaya, selama ini sudah menggunakan uang elektronik pada alat parkir meter.
"Jadi, ini memberikan pilihan pembayaran digital bagi pengguna jasa parkir, dengan pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai ini, kita tidak harus sibuk lagi dengan kembalian pembayaran," ucapnya.
Ia juga menjelaskan alur transaksi pembayaran retribusi parkir dengan menggunakan fitur Qris itu. Awalnya, pengguna jasa parkir memarkirkan kendaraannya dan melakukan pembayaran parkir dengan fitur Qris. Lalu petugas memilih klasifikasi hingga retribusi parkir berdasarkan jenis kendaraan bermotor pada aplikasi Qris di handphone dan menekan opsi cetak Qris.
Baca juga: Banjir Landa 31 Desa di Batubara dan Rendam 5.000 Rumah, Warga Enggan Mengungsi
Selanjutnya, aplikasi akan otomatis mengeluarkan QR-Code sesuai klasifikasi tarif, kemudian pengguna jasa parkir melakukan scan QR-Code untuk persetujuan pembayaran. Setelah itu, aplikasi Qris pada android akan mencetak karcis dengan terlebih dahulu mengoneksikan android dengan bluetooth printer.
Ruang digital membentangkan beragam cara untuk bisa lebih cepat, aman dan bisa membantu banyak orang. Di tengah pandemi COVID-19 ini, perjalanan digital semakin dibutuhkan untuk bisa menyelamatkan masyarakat sekaligus memberikan nilai lebih dari kehidupan.
(eyt)
Lihat Juga :