Bersekutu Melalui Teknologi Menaklukan Pandemi

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Bersekutu Melalui Teknologi Menaklukan Pandemi


Keluhan dan Saran Lewat "Wargaku"

Selama pandemi COVID-19 banyak landskap kehidupan yang berubah. Mereka yang terpuruk karena kehilangan keluarga sampai seorang ayah yang tak bisa lagi menafkahi keluarganya karena terkena PHK.

Di tengah situasi sulit ini, kemudahan dan bantuan kecil begitu berarti bagi masyarakat. Mereka mencoba untuk tetap bertahan dan memberikan situasi terbaik buat keluarganya.

Baca juga: Letusan Tembakan dan Kobaran Api Warnai Penangkapan Kapal Vietnam di Laut Natuna Utara

Imam Rochani (52), baru saja kehilangan istrinya yang meninggal di RSUD dr Soetomo setelah terpapar COVID-19. Kehilangan ini menjadi pukulan telak bagi keluarganya, apalagi sang istri selama ini menjadi teman setianya sebagai pedagang ayam potong di pasar Wonokromo.

Sepekan setelah kematian istri tercintanya, Imam masih memendam pilu. Terbayang dua anaknya yang masih bertumbuh. Ia harus menjalani kehidupan dan merawat kedua anaknya sendirian.

Dalam kesendirian itu, ia belum bisa keluar rumah karena istrinya positif dan meninggal dunia. Ia dan kedua anaknya menjalani isolasi mandiri di rumahnya yang berada di Bendul Merisi.

Baca juga: Berawal dari Ide Saweran, Kini Ambulans Kalingga Bisa untuk Mobil Vaksin

Di sela-sela isoman itu, ia sempat mengurus surat kematian secara online melalui aplikasi "Wargaku". Ia pun sempat mendapatkan bantuan sosial ketika menyampaikan kondisi keluarganya setelah diterpa ujian berat kehilangan istri tercintanya. "Alhamdulillah semua bisa dilakukan secara online. Jadi saya nggak perlu keluar rumah," kata Imam.

Aplikasi "WargaKu" yang berbasis android ini berfungsi sebagai media pengaduan dan layanan untuk warga Kota Pahlawan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ingin mendekatkan diri ke warganya yang saat ini sedang menjalani masa sulit di tengah pandemi. Percepatan layanan melalui teknologi digital itu juga menjadi media untuk menyampaikan kritik, saran, permohonan informasi, dan keluhan.

"Pemerintah Kota Surabaya tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun kota. Untuk itu, perlu peran serta masyarakat, salah satunya dari mendengarkan masukan-masukan warganya," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Baca juga: Jadi Tempat Pasangan Telanjang Berhubungan Seks, Warga Bongkar Pondok di Pantai Pelangi Aceh

Dengan aplikasi ini, katanya, semua keluhan layanan publik bisa dilaporkan. Di antaranya, keluhan terkait pengurusan administrasi kependudukan, jalan berlubang, saluran air, hingga adanya genangan atau banjir. Termasuk berbagai persoalan yang dihadapi selama masa pandemi COVID-19.

"Laporkan keluhan secara daring melalui aplikasi ini. Aplikasi ini akan meneruskannya agar segera ditindaklanjuti instansi terkait," jelasnya.

Melalui aplikasi ini, pelapor beserta instansi terkait juga dapat saling berinteraksi dan memantau status pengaduan. Apabila dalam 1×24 jam keluhan warga tidak ditanggapi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi tersebut, maka secara sistem akan langsung masuk ke gawai pribadi milik Wali Kota Surabaya.

Baca juga: Kabar Gembira! SD-SMP Gratis bagi Peserta Didik MBR di Surabaya

Secara langsung aplikasi ini juga bergerak untuk melihat perkembangan kota. Salah satunya ketika ada warga melihat adanya jalan berlubang, mereka bisa langsung lapor ke Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) melalui aplikasi beserta melampirkan foto dan lokasinya. Ketika warga tidak mengerti dinas yang berwenang, maka dia bisa memilih melaporkan keluhannya itu ke pemkot melalui fitur di aplikasi.

Aplikasi WargaKu memiliki fungsi berbeda dengan layanan Command Center 112 yang sebelumnya sudah dirintis lebih dulu. Kalau aplikasi WargaKu, berkaitan dengan pelayanan publik ke masyarakat. Seperti pengaduan jalan rusak, masalah layanan administrasi kependudukan, masalah saluran atau genangan air.

Sementara Command Center 112, merupakan layanan yang berkaitan kedaruratan atau hal yang membutuhkan penanganan cepat. Seperti kebakaran, ambulans, insiden kecelakaan, atau ada kejadian orang tenggelam.

Bersekutu Melalui Teknologi Menaklukan Pandemi


Bangun Navigasi Daring Buat Belajar

Dampak dari pandemi COVID-19 juga melanda anak-anak yang saat ini masih menjalani proses belajar secara daring. Risiko penularan yang masih tinggi di berbagai daerah menjadi pertimbangan utama belum diperbolehkannya pendidikan tatap muka, termasuk di Surabaya.

Berbagai tantangan bermunculan, mulai dari durasi anak memakai ponsel lebih lama sampai ancaman adanya kekerasan seksual di ruang-ruang digital terus menebar teror. Pengaruh game online juga melanda karena banyaknya waktu kosong anak selama kegiatan belajar di rumah.

Baca juga: Pacar Cantiknya Dihamili Pria Lain, Pemuda Demak Bunuh Kekasihnya Saat Kelelahan Berhubungan Seks

Muhayati (49), masih membuat bahan mengajar yang menampilkan grafis dan video buat anak-anak. Ia memang belum terbiasa dengan pembuatan materi digital, matanya masih sayup dan berkali-kali ia gagal untuk membuat tampilan grafis yang bagus.

Namun, semangatnya tak kunjung surut. Ia masih terus mencoba untuk menampilkan bahan ajar yang disukai oleh anak-anak. "Kalau tak buat bahan menarik, mereka akan bosan dan nggak mau belajar," kata Muhayati.

Ibu tiga anak ini mencoba untuk melewati lintas generasinya untuk bisa membuat tampilan digital seperti anak milenial. Upaya itu tak serta merta bisa diraihnya, ia harus beberapa kali mengikuti kelas khusus yang disediakan Dinas Pendidikan untuk menambah mutu mengajar secara digital. " Tantangannya tentu kebosanan anak. Materi sekolah dibuat lebih nyaman dan tak tegang bagi siswa," jelasnya.

Baca juga: Psikolog Anak Disebar ke Berbagai Daerah untuk Atasi Psikososial
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjalanan Komuter Capai...
Perjalanan Komuter Capai 1,5 Juta per Hari, Kelembagaan Transportasi Perlu Diintegrasikan
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Tangsel One dan Helita...
Tangsel One dan Helita Diluncurkan, Pelayanan Publik Dimulai dari Percakapan
Bapenda Kabupaten Bekasi...
Bapenda Kabupaten Bekasi Sebut Data PLN Cikarang Dukung Peningkatan Pelayanan Publik
Jelang Kelulusan, Menpan...
Jelang Kelulusan, Menpan RB Bekali Praja IPDN soal Wajah Baru Pelayanan Publik
Kunjungi Tiga Kanwil...
Kunjungi Tiga Kanwil di Jateng dan Jatim, Dirjen Bea Cukai: Jaga Integritas
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved