Ambulans Pengangkut Jenazah Positif Corona Lewat, Jalan Diseterilkan
Jum'at, 29 Mei 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Harjono mengimbau pasca kejadian ini masyarakat jangan cemas berlebihan, namun sebaiknya disiplin mematuhi anjuran pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan.
“Jangan panik, mohon masyarakat tetap tenang. Apa yang dianjurkan pemerintah dengan pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan dijalankan untuk memutus mata rantai COVID-19, “ urainya.(Baca juga : Positif Corona, Pemudik dari Jakarta Meninggal di Salatiga )
Sebelumnya, pasien pria berusia 56 tahun dari sebuah desa di Kecamatan Kaliori meninggal dunia, Kamis (28/05) sekira pukul 18.15 WIB, setelah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr R Soetrasno Rembang sejak tanggal 21 Mei 2020. Ini menjadi kasus kematian pertama akibat COVID-19 di Kabupaten Rembang. Kondisi pasien memburuk, karena gangguan sesak napas.
Dia yang bekerja sebagai sopir, sempat mempunyai riwayat kirim barang ke Jakarta. Sebelum meninggal dunia, korban lebih banyak hidup bersama dengan isteri keduanya, sedangkan untuk lokasi pemakaman jenazah berada di kampung tempat tinggal isteri pertamanya, karena korban kebetulan juga masih ber KTP desa tersebut.
“Jangan panik, mohon masyarakat tetap tenang. Apa yang dianjurkan pemerintah dengan pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan dijalankan untuk memutus mata rantai COVID-19, “ urainya.(Baca juga : Positif Corona, Pemudik dari Jakarta Meninggal di Salatiga )
Sebelumnya, pasien pria berusia 56 tahun dari sebuah desa di Kecamatan Kaliori meninggal dunia, Kamis (28/05) sekira pukul 18.15 WIB, setelah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr R Soetrasno Rembang sejak tanggal 21 Mei 2020. Ini menjadi kasus kematian pertama akibat COVID-19 di Kabupaten Rembang. Kondisi pasien memburuk, karena gangguan sesak napas.
Dia yang bekerja sebagai sopir, sempat mempunyai riwayat kirim barang ke Jakarta. Sebelum meninggal dunia, korban lebih banyak hidup bersama dengan isteri keduanya, sedangkan untuk lokasi pemakaman jenazah berada di kampung tempat tinggal isteri pertamanya, karena korban kebetulan juga masih ber KTP desa tersebut.
(nun)
Lihat Juga :