Ritual Larung Sesaji 1 Suro di Pantai Selatan Blitar Digelar Tertutup

Senin, 09 Agustus 2021 - 21:32 WIB
loading...
Ritual Larung Sesaji 1 Suro di Pantai Selatan Blitar Digelar Tertutup
Ritual larung sesaji 1 Suro di Pantai Selatan Kabupaten Blitar, Jawa Timur tetap akan digelar namun secara tertutup. Peserta hanya 20 orang dan wajib swab test. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
BLITAR - Tradisi perayaan tahun baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro (penanggalan Jawa) di Pantai Selatan Kabupaten Blitar , Jawa Timur tetap akan digelar. Ritual upacara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, tetap akan dilangsungkan.

Baca juga: Warga Semarang Dilarang Gelar Acara Malam 1 Suro, Rawan Kerumunan

Namun karena pandemi COVID-19 serta PPKM Darurat, menurut Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar Suhendro Winarso acara tidak terbuka untuk umum. "Tertutup untuk umum," ujar Suhendro, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Mengenal Tradisi Masyarakat Saat Malam 1 Suro di 4 Wilayah Jawa

Pada setiap 1 Suro, upacara larung sesaji rutin digelar. Dua tempat yang bergantian menjadi lokasi ritual, adalah Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo dan Pantai Tambakrejo.

Tahun ini, ritual yang berlangsung tertutup tersebut akan diselenggarakan di Pantai Tambakrejo. "Rencana hari Rabu (11/8)," kata Suhendro. Puncak upacara larung sesaji adalah melepas gunungan tumpeng dengan potongan kepala sapi atau kerbau ke lautan.

Pelaksanaan upacara selalu dihadiri Kepala Daerah, Muspida, beserta sejumlah jajaran terkait. Sebelum tiba pada acara puncak, prosesi ritual larung sesaji didahului dengan acara kirab. Sebagai hiburan masyarakat, ritual juga diiringi pentas tari-tarian tradisional. Sebelum pandemi COVID-19, ritual larung sesaji selalu dipadati masyarakat. Menurut Suhendro, pada larung sesaji kali ini akan dilakukan pembatasan ketat.

Aturan protokol kesehatan juga akan lebih diperketat. Bahkan acara kirab serta hiburan pentas tari, ditiadakan. "Dihadiri hanya 20 orang. Lokasi di PPI (Pasar Pelelangan Ikan). Tidak ada kirab, tidak ada hiburan tari. Hanya acara ritual pokok," terang Suhendro.

Sebelum pelaksanaan acara, mereka yang hadir di lokasi ritual larung sesaji juga diwajibkan melakukan swab test. Terkait ada tidaknya kewajiban sudah divaksin bagi mereka yang hadir, kata Suhendro masih dirapatkan.

Sementara terkait ritual upacara siraman pusaka Gong Kiai Pradah di Lodoyo, hingga saat ini belum dibahas. Menurut Suhendro, pelaksanaan agenda ritual siraman masih sekitar bulan Oktober mendatang. Pemkab belum tahu perkembangan pandemi COVID-19 nantinya seperti apa. "Gong Pradah belum dibicarakan. Sambil melihat perkembangan, masih sekitar bulan Oktober," pungkas Suhendro.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1412 seconds (10.177#12.26)