Klaster Rumah Tangga Tinggi, Tracing Dalam Kota Perlu Dimasifkan
Senin, 09 Agustus 2021 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Ansariadi melanjutkan, berkaca pada pengalaman tahun lalu, upaya tracing di perbatasan justru menggunakan anggaran yang cukup tinggi namun kurang efektif.
"Lebih baik SDM dan biaya yang ada digunakan untuk melakukan pencarian kasus di dalam kabupaten atau kota tersebut. Pengalaman tahun lalu, biayanya cukup mahal dan kurang efektif mengurangi penularan," katanya.
Penempatan posko untuk melakukan tracing di perbatasan, lanjut Ansariadi, hanya efektif mengurangi mobilitas antar daerah saja. Langkah tersebut lebih tepat bagi daerah yang memiliki kasus yang minim berbanding daerah dengan kasus yang tinggi.
Baca Juga: Epidemiolog Beberkan Tempat Isolasi Ideal bagi Pasien Covid-19
Ahli Epidemiologi lainnya, Prof Ridwan Amiruddin sebelumnya juga mengutarakan hal yang sama. Upaya penulusuran kasus Covid-19 dianggap akan lebih efektif jika dilakukan di dalam kota atau kabupaten. Apalagi kasus rumah tangga di Makassar menycapai 35% sampai 40% kasus.
"Lebih baik SDM dan biaya yang ada digunakan untuk melakukan pencarian kasus di dalam kabupaten atau kota tersebut. Pengalaman tahun lalu, biayanya cukup mahal dan kurang efektif mengurangi penularan," katanya.
Penempatan posko untuk melakukan tracing di perbatasan, lanjut Ansariadi, hanya efektif mengurangi mobilitas antar daerah saja. Langkah tersebut lebih tepat bagi daerah yang memiliki kasus yang minim berbanding daerah dengan kasus yang tinggi.
Baca Juga: Epidemiolog Beberkan Tempat Isolasi Ideal bagi Pasien Covid-19
Ahli Epidemiologi lainnya, Prof Ridwan Amiruddin sebelumnya juga mengutarakan hal yang sama. Upaya penulusuran kasus Covid-19 dianggap akan lebih efektif jika dilakukan di dalam kota atau kabupaten. Apalagi kasus rumah tangga di Makassar menycapai 35% sampai 40% kasus.
Lihat Juga :