Aliansi Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa, Minta Pemkab PALI Ambil Aset dari Muara Enim
Senin, 02 Agustus 2021 - 20:26 WIB
loading...
Aliansi Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa Peduli PALI meminta Pemkab PALI segera mengambil alih aset Pemkab Muara Enim yang barada di Kabupaten PALI. Foto iNews TV/Bisrun S
A
A
A
PALI - Aliansi Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa Peduli PALI menggelar aksi damai di depan kantor Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bilangan Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, Senin (02/08/2021). Dengan mendatangkan puluhan perwakilan, dalam kesempatan itu mereka menyampaikan orasinya di depan jajaran Pemerintah Kabupaten PALI dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang juga turut hadir.
Dalam orasinya perwakilan massa meminta pemerintah daerah untuk mengambil alih aset daerah yang masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, tepatnya perusahaan kelapa sawit yang berada di Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi dengan luas 401 hektare, dan hasilnya belum masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI.
Baca : Sumbangan Rp2 Triliun Tak Jelas, Anak Akidi Tio Digelandang ke Polda Sumsel
“Kami meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim secepatnya menyerahkan aset perusahaan daerah yang ada di Bumi Serepat Serasan, seperti aset perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Pemdas Agro Citra Buana atau Pemdas," ungkap Yogi S Memet sebagai koordinator lapangan pada aksi tersebut.
Massa juga menyatakan akan gelar aksi lanjutan ke kantor Gubernur Sumsel apabila dalam aksi tersebut belum ada kejelasan dan akan memboikot seluruh aktifitas yang ada di PT Pemdas Agro Citra Buana hingga ada putusan.
"Kami juga meminta Pemda PALI menghadirkan pimpinan perusahaan bukan sekedar perwakilan pihak perusahaan yang tidak bisa mengambil keputusan, jika perlu pimpinan tertingginya, dan bukan kaleng-kaleng. Perusahaan itu, lahan perkebunannya ada di Kabupaten PALI. Namun sayang, setelah Kabupaten PALI terbentuk tahun 2013, aset dan hasil PT Pemdas Agro Citra Buana masih belum dirasakan oleh Kabupaten PALI. Jadi kami pada hari ini menggelar aksi demo," ungkap Yogi dalam menyampaikan orasinya.
Disamping itu, pihaknya juga menyampaikan empat tuntutan kepada Pemkab PALI.
Dalam orasinya perwakilan massa meminta pemerintah daerah untuk mengambil alih aset daerah yang masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, tepatnya perusahaan kelapa sawit yang berada di Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi dengan luas 401 hektare, dan hasilnya belum masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI.
Baca : Sumbangan Rp2 Triliun Tak Jelas, Anak Akidi Tio Digelandang ke Polda Sumsel
“Kami meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim secepatnya menyerahkan aset perusahaan daerah yang ada di Bumi Serepat Serasan, seperti aset perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Pemdas Agro Citra Buana atau Pemdas," ungkap Yogi S Memet sebagai koordinator lapangan pada aksi tersebut.
Massa juga menyatakan akan gelar aksi lanjutan ke kantor Gubernur Sumsel apabila dalam aksi tersebut belum ada kejelasan dan akan memboikot seluruh aktifitas yang ada di PT Pemdas Agro Citra Buana hingga ada putusan.
"Kami juga meminta Pemda PALI menghadirkan pimpinan perusahaan bukan sekedar perwakilan pihak perusahaan yang tidak bisa mengambil keputusan, jika perlu pimpinan tertingginya, dan bukan kaleng-kaleng. Perusahaan itu, lahan perkebunannya ada di Kabupaten PALI. Namun sayang, setelah Kabupaten PALI terbentuk tahun 2013, aset dan hasil PT Pemdas Agro Citra Buana masih belum dirasakan oleh Kabupaten PALI. Jadi kami pada hari ini menggelar aksi demo," ungkap Yogi dalam menyampaikan orasinya.
Disamping itu, pihaknya juga menyampaikan empat tuntutan kepada Pemkab PALI.
Lihat Juga :