COVID Meningkat dan Oksigen Langka, Wali Kota Bima: Kita Sedang Berupaya

Kamis, 29 Juli 2021 - 16:34 WIB
loading...
COVID Meningkat dan...
Wali Kota Bima Muhammad Lutfi mengatakan saat ini dirinya tengah berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi terjadinya kekurangan oksigen. iNews TV/Edy Irawan
A A A
BIMA - Kekurangan oksigen menjadi faktor utama saat ini di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, dalam menangani masalah lonjakan COVID-19 yang kian meningkat.

Diakui Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 , Wali Kota Bima Muhammad Lutfi, bahwa saat ini dirinya tengah berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi terjadinya kekurangan oksigen.

Tercatat, sejak Januari hingga bulan Juni 2021, sebanyak 1400 tabung oksigen telah habis terpakai untuk para pasien yang dirawat isolasi.

"Bayangkan saja, untuk satu hari pasien yang kritis bisa menghabiskan 8 tabung oksigen. Jika dibanding dengan angka pasien yang saat ini dirawat, memang sangat kekurangan dan stok oksigen telah habis," kata Wali Kota Bima, M. Lutfi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (29/07/2021).

Dari data tim kesehatan, lanjutnya, sebanyak 216 orang pasien COVID- 19 yang dirawat isolasi. Dari lonjakan pada bulan Juli tersebut, tak bisa dielakan lagi bahwa Kota Bima jelas terjadi kekurangan oksigen.

"Demi menyelamatkan hidup rakyat banyak, saya selalu berupaya keras serta selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi terkait penanganan lanjutan COVID- 19. Tak hanya oksigen, namun sejumlah kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan COVID-19 akan terus kami lakukan," tuturnya.

Dikatakan, kekurangan oksigen tak hanya terjadi di Kota Bima, namun hampir seluruh daerah di Pulau Sumbawa seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa BaraT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Banjir Kepung 3 Daerah...
Banjir Kepung 3 Daerah di NTB: 1 Warga Meninggal, 2.000 Lebih KK Terdampak
Banjir Terjang Lombok...
Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima, Lebih 1.500 Warga Terdampak
Aksi Kakanwil Kemenag...
Aksi Kakanwil Kemenag NTB Lempar Gagang Mikrofon saat Pelantikan Tuai Kecaman
Peduli Kebutuhan Warga...
Peduli Kebutuhan Warga Manggarai Barat NTT, Legislator Partai Perindo Turun Tangan Bangun Akses Jalan Masjid Al Huda
Mataram Membara, Massa...
Mataram Membara, Massa Bakar Gedung DPRD NTB
Perindo Silaturahmi...
Perindo Silaturahmi dengan Siti Rohmi di Hari Kartini, Perkuat Konsolidasi di NTB
Eks Kapolres Bima Kota...
Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba!
Mentan Amran Ungkap...
Mentan Amran Ungkap Potensi NTB Jadi Pusat Komoditas Bawang Putih dan Jagung Nasional
Rekomendasi
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved