Soal Pergantian Panglima TNI, Peneliti PUSaKO: Pengganti Hadi Tjahjanto Harus Miliki 4 Kriteria Ini
Rabu, 28 Juli 2021 - 20:17 WIB
loading...
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), Feri Amsari, SH., MH., LL.M mengatakan, calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto harus memiliki empat kriteria ini. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
PADANG - Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat yang juga Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), Feri Amsari, SH., MH., LL.M mengatakan, calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto harus memiliki empat kriteria ini, bukan hasil dari lobi politik.
Keempat keutamaan yang harus dimiliki calon Panglima TNI tersebut adalah profesionalitas , kepemimpinan, integritas dan loyalitas terhadap Presiden. Panglima TNI mendatang, kata Feri, tidak boleh ada dualisme loyalitas seperti kepada presiden dan parpol atau broker pelobi-nya. Baca juga: Presiden Belum Serahkan Nama Pengganti Panglima TNI ke DPR, Begini Komentar Pengamat Militer
"Panglima TNI harus loyal hanya kepada presiden, loyal kepada negara, bangsa dan konstitusi. Panglima TNI harus seorang figur yang apolitis. Oleh karena itu Panglima tidak boleh berkaitan dengan kepentingan politik kubu manapun. Sehingga Panglima TNI yang dipilih tidak ikut politik praktis dan patuh pada konstitusi serta HAM," kata Feri, Rabu (28/7/2021).
Mengapa harus patuh kepada presiden? Karena presiden adalah Panglima Tertinggi TNI. Karena itu, menrutnya, komunikasi politik yang dibangun dengan presiden pun harus baik dan langsung, tidak melewati orang lain."Sehingga dapat menerjemahkan semua perintah arahan Presiden secara komprehensif. Harusnya Panglima TNI dipilih yang tdk ikut politik praktis dan patuh pada konstitusi," tegasnya.
Sementara itu, pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Fanani Rosyidi mengatakan, pergantian Panglima TNI harus mempertimbangkan keseimbangan antar matra sesuai yang berlaku dalam UU TNI Nomor 34 tahun 2004. Baca juga:
Polemik Pergantian Panglima TNI, Pengamat: Kedepankan Profesionalisme
Keempat keutamaan yang harus dimiliki calon Panglima TNI tersebut adalah profesionalitas , kepemimpinan, integritas dan loyalitas terhadap Presiden. Panglima TNI mendatang, kata Feri, tidak boleh ada dualisme loyalitas seperti kepada presiden dan parpol atau broker pelobi-nya. Baca juga: Presiden Belum Serahkan Nama Pengganti Panglima TNI ke DPR, Begini Komentar Pengamat Militer
"Panglima TNI harus loyal hanya kepada presiden, loyal kepada negara, bangsa dan konstitusi. Panglima TNI harus seorang figur yang apolitis. Oleh karena itu Panglima tidak boleh berkaitan dengan kepentingan politik kubu manapun. Sehingga Panglima TNI yang dipilih tidak ikut politik praktis dan patuh pada konstitusi serta HAM," kata Feri, Rabu (28/7/2021).
Mengapa harus patuh kepada presiden? Karena presiden adalah Panglima Tertinggi TNI. Karena itu, menrutnya, komunikasi politik yang dibangun dengan presiden pun harus baik dan langsung, tidak melewati orang lain."Sehingga dapat menerjemahkan semua perintah arahan Presiden secara komprehensif. Harusnya Panglima TNI dipilih yang tdk ikut politik praktis dan patuh pada konstitusi," tegasnya.
Sementara itu, pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Fanani Rosyidi mengatakan, pergantian Panglima TNI harus mempertimbangkan keseimbangan antar matra sesuai yang berlaku dalam UU TNI Nomor 34 tahun 2004. Baca juga:
Polemik Pergantian Panglima TNI, Pengamat: Kedepankan Profesionalisme
Lihat Juga :