Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Luncurkan Rumah Kurasi, Khofifah Optimistis Tingkatkan Daya Saing Ekspor UMKM Jatim

loading...
Luncurkan Rumah Kurasi, Khofifah Optimistis Tingkatkan Daya Saing Ekspor UMKM Jatim
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah dan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto meresmikan Rumah Kurasi Jatim di Kediri.
KEDIRI - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa , Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah dan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto meresmikan Rumah Kurasi Jatim di Kediri, pada Selasa (27/7/2021) sore.

Rumah Kurasi ini diharapkan mampu meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produk-produk UMKM Jatim di pasar nasional maupun internasional. "Rumah Kurasi ini menjadi harapan baru di tengah kondisi pandemi COVID-19. Rumah Kurasi ini sebagai terobosan dalam pelaksanaan kurasi di era pandemi karena berbasis Kurasi Digital, tanpa menghilangkan aspek-aspek kualitas pelaksanaan standar kurasi pada umumnya," kata Khofifah.

Melalui program Rumah Kurasi, kata dia, UMKM tidak perlu khawatir jika ingin mendapatkan sertifikat kurasi produk secara mudah, serta berkualitas. Untuk bisa memanfaatkan Rumah Kurasi ini, UMKM cukup mendaftarkan produk unggulannya secara online di www.rumahkurasi.com dan mengikuti proses kurasi. "Selanjutnya, pelaku UMKM yang telah mendaftar di Rumah Kurasi ini akan difasilitasi proses kurasinya oleh kurator, asesor dan juga instruktur yang bersertifikat," ujar Khofifah.

Baca juga: Pasien COVID-19 Meninggal di Atas Motor Roda Tiga usai Menolak di Swab di Rumah Sakit



Dia menambahkan, Rumah Kurasi di Kediri ini telah membantu kurasi beberapa produk UMKM Jatim untuk memasarkan ke pasar luar negeri. Seperti membantu menjual keripik tempe produk UMKM ke Amerika, menjual keripik asal Malang ke Uni Emirat Arab sebanyak 6 ton per bulan dan lain-lain. "Kami berharap ke depan Rumah Kurasi di Kediri ini juga akan diikuti rumah kurasi-rumah kurasi di kabupaten kota lain di Jatim, terutama di kawasan Malang Raya," imbuhnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan bahwa, inisiasi program ini membutuhkan proses yang panjang. Ide Rumah Kurasi muncul setelah memetakan bahwa sejatinya ada pasar yang potensi untuk disasar produk lokal Jatim. Namun banyak yang tidak bisa diproses karena masalah standar kualitas dan semacamnya.

“Kendala yang sering muncul adalah karena harus ada peningkatan kualitas dan standarisasi. Kadin nanti akan jadi agregator. Nggak mungkin kita kembangan UMKM kecil tanpa agregator. Dan Rumah kurasi ini alhamdulillah satu satunya rumah kurasi di Indonesia,” tegas Difi.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top