Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Datang ke Rumah Sakit Dalam Kondisi Parah, 40 Persen Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di UGD

loading...
Datang ke Rumah Sakit Dalam Kondisi Parah, 40 Persen Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di UGD
40 persen pasien COVID-19 meninggal dunia di UGD karena datang ke rumah sakit dalam kondisi parah
SURABAYA - Berdasarkan data di laman infocovid-19.jatimprov.go.id per 26 Juli 2021, tercatat jumlah kasus meninggal baru sebanyak 386 orang. Sehingga total kumulatif yang meninggal mencapai 18.899 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.664 orang meninggal akibat COVID-19, dan sebanyak 2.235 orang meninggal akibat memiliki komorbid sekaligus positif COVID-19.

Salah satu penyebab tingginya jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia di Jatim diduga karena terlambat mendapatkan penanganan. Tidak jarang pasien bergejala berat datang ke rumah sakit, akhirnya banyak yang meninggal saat ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD).

“Pasien COVID-19 banyak yang datang ke rumah sakit saturasi oksigennya di bawah 90, sementara di UGD, mereka masih antre,” kata Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Serapan Anggaran Penanganan COVID-19, Plh Sekdaprov Jatim: Tak Ada Teguran Mendagri



Dia mengatakan, tahun lalu, sekitar 70 persen pasien COVID-19 meninggal dunia saat dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tapi, saat ini yang meninggal saat ditangani di UGD mencapai lebih dari 40 persen. Tingginya tingkat kematian ini, penyebab lain adalah faktor varian Delta COVID-19.

“Dulu hanya saluran pernafasan, tapi varian delta ini efeknya juga sampai ke jantung hingga ke ginjal,” tandas dr Joni.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Alfarabi menambahkan, ketika masih mengalami gejala ringan, pasien COVID-19 banyak yang enggan pergi ke rumah sakit. Karena, mereka banyak mendapat berita membludaknya antrean pasien COVID-19.

"Saat gejala yang dirasakan mulai berat, pasien pergi ke rumah sakit. Akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan mencari rumah sakit,” paparnya.

Diketahui, hingga Senin (26/7/2021), terdapat penambahan kasus baru COVID-19 sebanyak 3.157 kasus. Sehingga, jumlah total kasus COVID-19 di Jatim sebanyak 280.261 kasus. Dari jumlah itu, yang berhasil sembuh sebanyak 209.663 kasus. Sedangkan yang masih dalam perawatan sebanyak 51.699 kasus.

Tercatat 33 daerah di Jatim masih bertatus zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penularan COVID-19. Diantaranya, Ponorogo, Kediri, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Tuban, Sidoarjo, Banyuwangi, Ngawi, Kota Kediri, Lumajang, Situbondo, Bojonegoro, Bangkalan, Kota Madiun, dan Jember.



Lalu Magetan, Nganjuk, Probolinggo, Kota Surabaya, Trenggalek, Jombang, Blitar, Gresik, Pacitan, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Tulungagung, Pasuruan, Kota Malang, Lamongan, dan Bondowoso. Sementara 5 daerah lainnya berstatus zona orange atau risiko sedang penularan COVID-19 yakni Kota Probolinggo, Sumenep, Kota Blitar, Pamekasan, dan Sampang.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top