Warga Desa Kambingan Tolak Rusunawa Jadi Tempat Observasi PDP Corona

Senin, 13 April 2020 - 14:20 WIB
loading...
Warga Desa Kambingan Tolak Rusunawa Jadi Tempat Observasi PDP Corona
Pertemuan antara warga Perumahan Green Cerme dengan Wakil Bupati Gresik M Qosim beserta pejabat Muspika Cerme. Foto/SINDOnews/ashadi ik
A A A
GRESIK - Warga Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Gresik keberatan rusunawa di sekitarnya dijadikan tempat onservasi Pasien Dalam Pengawasan (PD) Covid-19. Alasan mereka takut Kandangan jadi wabah.

"Ada yang dibawa ke Puskesmas karena kepikiran rusunawa akan dijadikan tempat observasi PDP Covid-19," ujar Wahyu Widiyanto, salah satu warga Prumahan Green Cerme, Senin (13/4/2020).

Wahyu menyebutkan, Perumahah Green Cerme memiliki 7 RT dan 1 RW. Sebagian besar menolak jika Rusunawa dirubah menjadi tempat observasi. Sebab, lokasi rusunawa berada di tengah perumahan. Dikelilingi rumah warga. Ada 303 kepala keluarga (KK) yang menempati perumahan itu.

"Kita sudah sepakat menolak. Karena warga resah, ini menimbulkan polemik, seluruh warga mengimbau Bupati, Wabup untuk mencari alternatif lain," katanya.

Keresahan itu, disampaikan langsung kepada Wakil Bupati (Wabup) Mohammad Qosim, agar mencari alternatif lain. Seperti menggunakan Gedung Nasional Indonesia (GNI) atau Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). "Jangan sampai rusunawa jadi tempat rehabilitasi," ungkapnya.

Wahyu menyampaikan, sejak awal warga tidak mendapatkan sosialisasi terkait rencana Rusunawa jadi tempat rehabilitasi PDP Covid-19. Dia dan warga yang lain baru tahu dari Media Sosial (Medsos). "Tentu rencana ini meresahkan warga, rumah saya saja berjarak 1 meter dengan halaman rusunawa," ujarnya.

Menanggapi keresahan warga, Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim bersama sejumlah pejabat Muspika hadir langsung menemui warga. Dia menerima segala masukan dari warga perumahan yang sebagian besar menolak.

"Kami menerima semua masukan warga, kita akan pertimbangkan dan sampaikan ke Komandan Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19," katanya
(mas)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2366 seconds (10.177#12.26)