Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Bak Gengster, Ini 7 Debt Collector Pembunuh Anggota Ormas di Denpasar

loading...
Bak Gengster, Ini 7 Debt Collector Pembunuh Anggota Ormas di Denpasar
Tujuh orang debt collector yang menjadi tersangka pembunuhan anggota Ormas di Denpasar saat dipertontonkan lengkap dengan senjata yang mereka pakai di Mapolresta Denpasar, Senin (26/7/2021). Foto: SINDONews/Miftahul Chusna
DENPASAR - Polisi merilis kasus pembacokan sadis yang menewaskan anggota Ormas , Gede Budiarsana (32), di Denpasar , Bali, Senin (26/7/2021). Tujuh orang debt collector yang menjadi tersangka dipertontonkan lengkap dengan senjata yang mereka pakai.

Seluruh tersangka bekerja dalam satu perusahaan di PT Beta Mandiri Multi Solusien (BMMS) . "Barang bukti di antaranya satu pedang yang dipakai untuk menebas korban, empat pedang yang ditemukan di kantor tersangka dan satu batu yang dipakai untuk melempari korban," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Baca juga: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Pembunuh Anggota Ormas di Denpasar

Ketujuh tersangka yaitu Benny Bakar Bessy (42) selaku direktur perusahaan dan enam orang lainnya adalah anak buahnya, Wayan Sadia (39), Fendy Kaimana (31), Jos Bus Likumahuwa (30), Gerson Pattiwaelapia (27), Dominggus Bakar Bessy (23) dan Gusti Bagus Alevanto (23).



Jansen menjelaskan, peristiwa bermula dari empat tersangka mendatangi rumah Ketut Widiada di daerah Kuta, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. Tujuannya untuk menarik motor yang menunggak angsuran kredit.

Karena tidak ada titik temu, mereka lalu sepakat menyelesaikan persoalan ke kantor PT BMMS di Jalan Gunung Patuha kawasan Monang Maning Denpasar. Widiada turut serta mengajak adiknya, Budiarsana.

Baca juga: Begini Rekaman CCTV usai Wajah Pimred Media Online di Medan Disiram Air Keras

Setibanya di kantor PT BMMS, persoalan tetap tidak selesai. Sebaliknya, malah terjadi keributan yang berujung pada pengeroyokan oleh para tersangka.

Widiada dan Budiarsana lalu kabur untuk menyelamatkan diri. Widiada sempat kena bacokan di kepala saat lari di depan kantor lalu berhasil lolos melarikan diri.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top