Motif Keponakan Bunuh Tante di Bogor karena Sakit Hati
Senin, 07 April 2025 - 14:37 WIB
loading...
Tersangka Rezky Fauzan Ranawijaya tega menghabisi nyawa tantenya Evi Latifah (59) karena sakit hati. Foto/SindoNews/putra ramadhani astyawan
A
A
A
BOGOR - Motif pembunuhan terhadap perempuan paruh baya Evi Latifah (59) oleh keponakannya di Kota Bogor terkuak. Tersangka Rezky Fauzan Ranawijaya tega menghabisi nyawa tantenya karena sakit hati.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi mengatakan pembunuhan itu terjadi pukul 16.00 WIB pada Minggu, 6 April 2025. Berawal ketika tersangka yang hendak pergi bersama teman-temannya diminta untuk mencuci piring.
"Kemudian dengan ada sedikit percekcokan. Tantenye mencipratkan air ke muka sehingga (tersangka) tidak terima dan melemparkan spons cuci piring ke arah korban," kata Aji, Senin (7/4/2025).
Baca juga: Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita 2 Kali Diperkosa Oknum TNI AL Jumran
Dari situ, tersangka yang naik pitam langsung menghajar korban hingga berlumuran darah. Korban yang mengalami luka cukup parah akhirnya meninggal dunia.
"Tersangka melakukan pemukulan secara brutal bertubi-tubi ke arah wajah korban menyebabkan bercucuran darah, mendapatkan luka serius di wajah dan akhirnya meninggal dunia," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati dan kesal dengan tantenya. Terlebih, selama bertahun-tahun tersangka diasuh oleh tantenya merasa dikekang atau dibatasi.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi mengatakan pembunuhan itu terjadi pukul 16.00 WIB pada Minggu, 6 April 2025. Berawal ketika tersangka yang hendak pergi bersama teman-temannya diminta untuk mencuci piring.
"Kemudian dengan ada sedikit percekcokan. Tantenye mencipratkan air ke muka sehingga (tersangka) tidak terima dan melemparkan spons cuci piring ke arah korban," kata Aji, Senin (7/4/2025).
Baca juga: Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita 2 Kali Diperkosa Oknum TNI AL Jumran
Dari situ, tersangka yang naik pitam langsung menghajar korban hingga berlumuran darah. Korban yang mengalami luka cukup parah akhirnya meninggal dunia.
"Tersangka melakukan pemukulan secara brutal bertubi-tubi ke arah wajah korban menyebabkan bercucuran darah, mendapatkan luka serius di wajah dan akhirnya meninggal dunia," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati dan kesal dengan tantenya. Terlebih, selama bertahun-tahun tersangka diasuh oleh tantenya merasa dikekang atau dibatasi.
Lihat Juga :