Soal Negative False pada Pasien COVID-19, Ini Penjelasan Humas Perhimpunan Rumah Sakit
Minggu, 25 Juli 2021 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Anjari menjelaskan hal ini terkait tudingan masyarakat bahwa rumah sakit sering memvonis COVID-19 pasien dengan motif keuntungan. Menurut Anjari, tudingan itu tidak masuk akal, mengingat pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun justeru membuat rumah sakit cukup kewalahan.
Jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 lebih dari 1000 jiwa. Ini artinya banyak rumah sakit yang kehilangan tenaga kesehatannya. Belum lagi, tambahnya, banyaknya nakes yang harus isolasi akibat tertular COVID-19.
"Isolasi ini tentu akan mempengaruhi layanan kesehatan di rumah sakit. Nalar sehatnya dimana kalau dalam kondisi seperti itu masih ada yang tega menuding rumah sakit meng-Covidkan pasien,” pungkas Anjari. Baca juga:
Ini Cara Agar Tes PCR Cepat Negatif Menurut Dokter
Terkait hasil PCR negatif yang disorot publik, PERSI melakukan verifikasi berita yang beredar di lapangan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih, SH, MH membenarkan bahwa dalam sejumlah kasus, seorang pasien COVID-19 tetap menunjukkan hasil PCR yang negatif. Kasus ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai false negative.
Dokter Faqih mengatakan, baik IDI maupun PERSI berulangkali melakukan advokasi terhadap kelompok masyarakat yang memiliki pandangan keliru tersebut. “Miss persepsi, ada kesalahan pemahaman, jadi kewajiban kami untuk meluruskan,” jelasnya.
Jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 lebih dari 1000 jiwa. Ini artinya banyak rumah sakit yang kehilangan tenaga kesehatannya. Belum lagi, tambahnya, banyaknya nakes yang harus isolasi akibat tertular COVID-19.
"Isolasi ini tentu akan mempengaruhi layanan kesehatan di rumah sakit. Nalar sehatnya dimana kalau dalam kondisi seperti itu masih ada yang tega menuding rumah sakit meng-Covidkan pasien,” pungkas Anjari. Baca juga:
Ini Cara Agar Tes PCR Cepat Negatif Menurut Dokter
Terkait hasil PCR negatif yang disorot publik, PERSI melakukan verifikasi berita yang beredar di lapangan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih, SH, MH membenarkan bahwa dalam sejumlah kasus, seorang pasien COVID-19 tetap menunjukkan hasil PCR yang negatif. Kasus ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai false negative.
Dokter Faqih mengatakan, baik IDI maupun PERSI berulangkali melakukan advokasi terhadap kelompok masyarakat yang memiliki pandangan keliru tersebut. “Miss persepsi, ada kesalahan pemahaman, jadi kewajiban kami untuk meluruskan,” jelasnya.
(don)
Lihat Juga :