Soal Negative False pada Pasien COVID-19, Ini Penjelasan Humas Perhimpunan Rumah Sakit

Minggu, 25 Juli 2021 - 21:34 WIB
loading...
Soal Negative False...
Foto ilustrasi SINDOnews
A A A
BOGOR - Adanya kasus negative false pada pasien COVID-19 atau pasien yang menunjukkan hasil PCR negatif pada awal-awal pemeriksaan telah membuat masyarakat bingung. Terkait hal ini, Kepala Humas Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Anjari Umarjianto mengatakan, jika terjadi demikian, maka pemeriksaan PCR harus diulang beberapa hari kemudian.

“Jika ada pasien dengan gejala mengarah COVID-19 tetapi hasil pemeriksaan PCR ternyata negatif, harus diulang beberapa hari kemudian,” kata Anjari, Minggu, (25/07/2021). Baca juga: Hari Ini Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 6.563 Orang, Pasien Sembuh Capai 687.864 Orang

Namun, lanjutnya, jika ditemukan PCR negatif, itu bukan berarti metode PCR-nya error. Sebab, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Satu diantaranya adalah belum terbentuknya zat antibody (masa inkubasi virus) pada saat pemeriksaan dilakukan.

Anjari menjelaskan, PCR atau polymerase chain reaction adalah metode deteksi virus COVID-19 yang paling akurat saat ini. Semua rumah sakit anggota PERSI yang menjadi rujukan COVID-19 menggunakan metode ini untuk menentukan status pasien yang diduga COVID-19.

Untuk menjadi rumah sakit rujukan COVID-19, jelasnya, sebuah rumah sakit harus melalui seleksi yang ketat. "Seleksi ini dilakukan menyangkut persyaratan yang harus dipenuhi seperti ketersediaan ahli patologi, petugas laboratorium, dan sarana parasarana lainnya sesuai standar yang sudah ditentukan Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19. Jadi tidak sembarang rumah sakit bisa jadi rujukan COVID-19,” bebernya.

Anjari menjelaskan hal ini terkait tudingan masyarakat bahwa rumah sakit sering memvonis COVID-19 pasien dengan motif keuntungan. Menurut Anjari, tudingan itu tidak masuk akal, mengingat pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun justeru membuat rumah sakit cukup kewalahan.

Jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 lebih dari 1000 jiwa. Ini artinya banyak rumah sakit yang kehilangan tenaga kesehatannya. Belum lagi, tambahnya, banyaknya nakes yang harus isolasi akibat tertular COVID-19.

"Isolasi ini tentu akan mempengaruhi layanan kesehatan di rumah sakit. Nalar sehatnya dimana kalau dalam kondisi seperti itu masih ada yang tega menuding rumah sakit meng-Covidkan pasien,” pungkas Anjari. Baca juga:
Ini Cara Agar Tes PCR Cepat Negatif Menurut Dokter

Terkait hasil PCR negatif yang disorot publik, PERSI melakukan verifikasi berita yang beredar di lapangan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih, SH, MH membenarkan bahwa dalam sejumlah kasus, seorang pasien COVID-19 tetap menunjukkan hasil PCR yang negatif. Kasus ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai false negative.

Dokter Faqih mengatakan, baik IDI maupun PERSI berulangkali melakukan advokasi terhadap kelompok masyarakat yang memiliki pandangan keliru tersebut. “Miss persepsi, ada kesalahan pemahaman, jadi kewajiban kami untuk meluruskan,” jelasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Takut Masuknya Dokter...
Tak Takut Masuknya Dokter Asing, Ketua IDI: Dokter Jatim Berkualitas
IDI Jatim dan 5 Organisasi...
IDI Jatim dan 5 Organisasi Profesi Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan
5 Dokter dan 1 Tokoh...
5 Dokter dan 1 Tokoh Masyarakat Terima Penghargaan IDI Award 2022
Mulai Hari Ini, Penumpang...
Mulai Hari Ini, Penumpang KA Usia 18 Tahun ke Atas Wajib PCR Bila Baru Vaksin Kedua
Bayi Tewas Akibat Persalinan...
Bayi Tewas Akibat Persalinan Normal Macet, IDI Sesalkan Langkah Hukum Polisi terhadap RSUD Jombang
Tes PCR Dihapus dan...
Tes PCR Dihapus dan VoA Diperluas, Wisman ke Bali Naik 399%
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
7 Perguruan Tinggi Suarakan...
7 Perguruan Tinggi Suarakan Kolegium Dokter Indonesia Tak Diambil Alih Pemerintah
Rekomendasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved