alexametrics

Dampak Corona, Boeing PHK Ribuan Karyawan

loading...
Dampak Corona, Boeing PHK Ribuan Karyawan
Logo Boeing terlihat di fasilitas perusahaan di Everett, Washington, AS. Foto/REUTERS/Lindsey Wasson
A+ A-
WASHINGTON - Perusahaan pesawat Boeing Co memangkas lebih dari 12.000 tenaga kerja di Amerika Serikat (AS), termasuk 6.770 pegawai yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) paksa.

PHK besar-besaran ini terjadi saat perusahaan pesawat AS itu melakukan restrukturisasi dalam menghadapi pandemi virus corona. Boeing juga mengungkap rencana pemecatan beberapa ribu pekerja lainnya beberapa bulan ke depan.

Perusahaan itu berupaya memangkas biaya saat permintaan pesawat turun tajam di tengah krisis corona yang memburuk.



Sebelumnya, Boeing juga mengalami krisis saat pesawat 737 MAX harus berhenti beroperasi di penjuru dunia akibat dua kecelakaan mematikan. Boeing menyatakan telah membuka lagi produksi 737 MAX pada level rendah di Renton, pabrik Washington.

BACA JUGA : Usai Dirapid Test, Warga Kota Medan Dapat Sembako

BACA JUGA : Begal Sadis Ambruk Ditembus Timah Panas

Reuters melaporkan pada April bahwa persetujuan regulator untuk MAX tidak diperkirakan hingga paling cepat Agustus.

Saham Boeing naik 3,3% menjadi USD149,52, dan kemudian naik lagi 4,6% menjadi USD155,84 setelah beberapa jam berita tentang dimulainya lagi produksi MAX.

Perusahaan telah mengumumkan pada April untuk memangkas 10% tenaga kerja global dari total 160.000 hingga akhir 2020. Boeing menyatakan, “Sebanyak 5.520 pegawai AS akan di-PHK secara sukarela dan 6770 pekerja PHK secara paksa.”

“Pandemi memiliki dampak menghancurkan pada industri maskapai yang berarti memangkas jumlah jet komersial dan layanan konsumen kami yang akan dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang, yang itu berarti pekerjaan lebih sedikit pada kita dan di kantor kita. Saya berharap ada beberapa cara lain,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Boeing Dave Calhoun.

PHK itu termasuk lebih dari 9.800 pegawai di Washington. “Beberapa ribu orang lagi akan di-PHK dalam beberapa bulan mendatang,” papar pernyataan Boeing.

Analis CFRA Colin Scarola menyatakan Boeing dapat menghadapi krisis saat ini dan tumbuh dalam jangka panjang.
(zai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak