Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Hindari Kerumunan, Bantuan Sosial Tunai di KBB Disalurkan Secara Door To Door

loading...
Hindari Kerumunan, Bantuan Sosial Tunai di KBB Disalurkan Secara Door To Door
Sebanyak 34.000 KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) KBB mendapatkan BST yang mulai disalurkan secara langsung door to door untuk menghindari kerumunan. Foto/Dok.Dinsos
BANDUNG BARAT - Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 34.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai disalurkan.

Bantuan sebesar Rp600.000 tersebut merupakan bantuan dari program Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk warga yang terdampak pandemi COVID-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kita serahkan bantuan itu bersama PT Pos secara door to door supaya gak ada kerumunan," ucap Kepala Dinas Sosial, KBB, Sri Dustirawati, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Tender Proyek Jalan Tegar Beriman Disoal, Ini Kata Pakar Hukum Margarito Kamis



Sri mengatakan, pada pencairan tahap pertama BST untuk KPM tersebut dicairkan melalui Kantor Pos terdekat. Semua KPM di KBB yang berjumlah 34 ribu itu, nantinya akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu sekaligus yang merupakan bantuan untuk bulan Juni dan Juli 2021.

KPM yang mendapatkan bantuan BST ini hanya yang terdaftar dalam DTKS. Pihaknya juga akan segera menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 10 kilogram (kg) bagi 131.510 KPM di KBB dengan sasaran warga yang juga terdaftar dalam DTKS.

"Untuk warga KBB yang non DTKS akan mendapatkan bantuan beras dari pemerintah pusat melalui Sekretariat Negara. Semoga bantuan itu juga secepatnya terealisasi," imbuhnya.

Plt Bandung Barat, Hengki Kurniawan mewanti-wanti agar dalam pendistribusiannya tidak terjadi kerumunan. Bantuan tersebut harus segera disalurkan ke setiap KPM, jangan sampai ditunda-tunda karena pastinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat terlebih dalam kondisi masih pandemi COVID-19.

"Ini kebutuhan yang mendesak, harus segera diberikan jangan sampai ditunda-tunda. Yang terpenting protokol kesehatan dijaga demi menghindari dari paparan COVID-19," kata di
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top