Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Bendara Putih Terus Bermunculan, Warga Mulai Menyerah pada PPKM Darurat

loading...
Bendara Putih Terus Bermunculan, Warga Mulai Menyerah pada PPKM Darurat
Berbagai bendera putih mulai bermunculan di kantong-kantong perekonomian di Kota Pahlawan. Para pelaku ekonomi itu mulai menyerah dengan kondisi pemberlakuan PPKM darurat. Foto SINDOnews
SURABAYA - Berbagai bendera putih mulai bermunculan di kantong-kantong perekonomian di Kota Pahlawan. Para pelaku ekonomi itu mulai menyerah dengan kondisi pemberlakuan PPKM darurat yang memaksa mereka harus menutup lapak. Kondisi itu terlihat jelas di berbagai jalan legendaris pendulang rejeki di Surabaya seperti di Jalan Sasak, Jalan KH Mas Mansyur maupun di Bronggalan, Jumat (23/7/2021).

Bahtiar, salah satu penjual parfum di kawasan Ampel Surabaya mengaku sudah tak ada lagi pemasukan dan finansial untuk bertahan hidup. Situasi ini sangat berat baginya untuk menjalani masa sulit selama pandemi. “Nggak ada lagi pemasukan, mau berdagang juga nggak bisa. Mau bertahan hidup dari mana kalau seperti ini,” katanya. Baca juga:
Bagi-Bagi Sembako di Kemayoran, Kemenhub dan Jasa Raharja serta Polri Ringankan Beban Ojol

Kondisi yang sama juga disampaikan oleh para warga di Jalan Sasak. Dalam sebuah video yang tersebar di berbagai media sosial, mereka membentangkan bendera putih yang menandakan menyerah selama PPKM darurat. Bendera putih dari bahan kain itu dipasang pada sebilah kayu dan sengaja dipasang oleh warga masyarakat sebagai bentuk pernyataan menyerah pada kondisi saat ini.

“Masyarakat di sekitar Ampel menyatakan menyerah dengan mengangkat bendera putih. Kondisi keuangan sudah tak mampu untuk menjalani PPKM darurat ini,” kata pria yang memakai kaos abu-abu dan berkepala plontos itu.



Sambil berjalan, pria itu menunjukan berbagai pertokoan yang tutup dan memasang bendera putih. Kondisi jalanan juga sepi serta aktifitas ekonomi tak lagi bergerak seperti biasanya. Beberapa penjual juga memilih untuk gulung tikar karena omzet menurun drastis.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memahami betul kondisi yang terjadi selama PPKM darurat. Pihaknya mengajak seluruh warga Kota Surabaya untuk tetap memperketat protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada. Sebab, lonjakan penularan masih saja terjadi.Baca juga: Menko Airlangga Meminta Dukungan Ulama dalam Mengatasi Pandemi Covid-19

Makanya, ketika selama seminggu ke depan ada penurunan kasus, Presiden akan melakukan relaksasi untuk menggerakkan roda perekonomian. Eri berharap betul kepada warga untuk bersama-sama menurunkan kasus COVID-19 itu .

“Saya berharap betul kepada warga Surabaya. Ayo dalam seminggu ini kita berjibaku supaya minggu depan ini bisa turun, sehingga bisa dilakukan relaksasi. Termasuk sektor ekonomi. Saya sudah sampaikan kepada jajaran pemkot untuk turun dan melakukan pengecekan terus menerus,” kata Eri.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top