Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

TPU Khusus COVID-19 di Bandung Barat Sepi Peminat, Baru Diisi 34 Jenazah

loading...
TPU Khusus COVID-19 di Bandung Barat Sepi Peminat, Baru Diisi 34 Jenazah
Lokasi TPU khusus COVID-19 di Desa Rajamandala, Kecamatan Cipatat, KBB, yang lokasinya cukup jauh membuat banyak warga enggan untuk memakamkan keluarga atau kerabatnya yang terkena COVID-19 di tempat ini. Foto/Dok.MPI
BANDUNG BARAT - Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus COVID-19 di Desa Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sepi peminat. Hal ini disebabkan akses lokasi yang jauh, dan belum lengkapnya sarana pendukung membuat.

Baca juga: Sudah 2.300 Jenazah Pasien COVID-19 Dimakamkan di TPU Padurenan Bekasi

Warga yang kerabat atau anggota keluarganya meninggal dunia dikarenkan COVID-19, lebih memilih memakamkannya di pemakaman biasa yang jaraknya dekat dengan domisili mereka.



"Sejak digunakan setahun lalu, sampai sekarang baru ada 34 jenazah COVID-19 yang dikuburkan di sana. Warga banyak yang mengeluh aksesnya terlalu jauh," kata Camat Cipatat, Iyep Tamchur Rahmat, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Ssst...Hamil di Luar Nikah, Ratusan Remaja di Musi Rawas Ajukan Dispensasi Nikah



Dia mengatakan, total lahan seluas 1,5 hektare tersebut sekarang masih kosong. Walaupun kasus COVID-19 akhir-akhir ini meningkat yang berimbas kepada angka kematian juga naik, tapi karena wilayah KBB luas banyak warga yang memilih memakamkan di TPU umum . Apalagi tidak ada keberatan atau penolakan dari warga di sekitarnya.

Dia mencontohkan bagi warga Cililin akses untuk ke TPU khusus COVID-19 di Desa Rajamandala, Kecamatan Cipatat, sangat jauh. Makanya warga lebih memilih memakamkan di tempatnya masing-masing, apalagi untuk yang punya kompleks makam keluarga. Sehingga lebih mudah, dekat, dan tidak sulit saat akan berziarah.

Baca juga: Gereja Pentakosta Dilempar Bom Molotov Saat Banyak Warga Mengungsi di Dalamnya

Lebih lanjut dikatakannya, faktor lain yang sangat mempengaruhi TPU tersebut masih kosong, karena sarana dan prasarana seperti lampu penerangan hingga alat pelindung diri (APD) petugas pemakaman masih belum mendukung. Sehingga proses pemakaman di sore atau malam hari tidak bisa dilakukan.



" Pemakaman ini lokasinya cukup jauh dari jalan utama dan juga masih banyak ular. Jadi terlalu berisiko bagi petugas kalau memakamkan di malam hari. Rencananya Pemda KBB mau membantu fasilitas penerangannya, APD, peti jenazah, dan kantong jenazah," sebutnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top