IPPM Minta Bupati Pangkep Cabut Perbup Pembatasan Penerima Beasiswa
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:29 WIB
loading...
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau di tengah pengunjuk rasa yang menuntut pencabutan perbup soak pembatasan penerima beasiswa, Senin 19 Juli kemarin. Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
PANGKEP - Kebijakan Pemkab Pangkep membatasi penerima program beasiswa SPP untuk mahasiswa menuai protes dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep. Mereka menuntut peraturan bupati (perbup) yang jadi dasar hukum kebijakan tersebut dicabut.
Ketua Umum Pengurus Pusat IPPM Pangkep, Awal Fajaruddin saat memimpin unjuk rasa di kantor Bupati Pangkep, Senin (19/7) meminta Bupati Muhammad Yusran Lalogau (MYL) segera mencabut Perbup Nomor 14 Tahun 2021. "Kami menuntut Perbup Nomor 14 dicabut," kata Awal.
Baca juga:Fraksi Golkar DPRD Pangkep Minta Perbup Pembatasan Beasiswa Ditinjau Ulang
Dalam perbup tersebut, beasiswa hanya akan diberikan kemahasiswa yang ekonominya kurang mampu dan berprestasi dengan IPK 3,5. Padahal, selama 5 tahun terakhir, beasiswa tersebut diberikan ke seluruh mahasiswa Pangkep yang kuliah di perguruan tinggi se-Indonesia.
"Kami menolak standardisasi nilai akademik menjadi syarat pemberian beasiswa yang sebelumnya untuk semua menjadi dibatasi. Itu juga terlalu tinggi," ujarnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat IPPM Pangkep, Awal Fajaruddin saat memimpin unjuk rasa di kantor Bupati Pangkep, Senin (19/7) meminta Bupati Muhammad Yusran Lalogau (MYL) segera mencabut Perbup Nomor 14 Tahun 2021. "Kami menuntut Perbup Nomor 14 dicabut," kata Awal.
Baca juga:Fraksi Golkar DPRD Pangkep Minta Perbup Pembatasan Beasiswa Ditinjau Ulang
Dalam perbup tersebut, beasiswa hanya akan diberikan kemahasiswa yang ekonominya kurang mampu dan berprestasi dengan IPK 3,5. Padahal, selama 5 tahun terakhir, beasiswa tersebut diberikan ke seluruh mahasiswa Pangkep yang kuliah di perguruan tinggi se-Indonesia.
"Kami menolak standardisasi nilai akademik menjadi syarat pemberian beasiswa yang sebelumnya untuk semua menjadi dibatasi. Itu juga terlalu tinggi," ujarnya.
Lihat Juga :