Kesal BBM Bercampur Air, Puluhan Sopir Angkot di Manado Geruduk SPBU Sindulang
Jum'at, 16 Juli 2021 - 21:13 WIB
loading...
Puluhan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Persatuan Sopir Angkot Tuminting (PSAT) mendatangi SPBU Sindulang. Foto/MPI/Subhan Sabu
A
A
A
MANADO - Merasa dirugikan, puluhan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Persatuan Sopir Angkot Tuminting (PSAT) menggeruduk SPBU Sindulang. Mereka menuntut pertanggungjawabab pengelola SPBU .
Baca juga: Konsumsi BBM Diprediksi Turun Hingga 25 Persen Akibat PPKM Darurat
Ketua PSAT Luki Ahmad di dampingi oleh kuasa hukum Agianto S.C. Dawowo sebagai ketua tim advokasi dkk klinik bantuan hukum Kasalang Center mengatakan bahwa pada Senin (12/7/2021) pukul 8.30 WITA, sekitar 20 sopir angkot mengeluhkan bahwa mesin mobil mereka mogok dikarenakan BBM yang berasal dari SPBU Sindulang bercampur air.
Menurut Luki, pihaknya telah meminta bantuan kepada klinik bantuan hukum agar bisa mendampingi para korban dalam hal meminta penyelesaian kepada pihak SPBU dengan cara di musyawarahkan secara kekeluargaan, agar masalah ini bisa selesai dengan damai tanpa harus melalui proses hukum.
Baca juga: Gempar Rais Syuriah PCNU Sleman Dikabarkan Wafat Hirup Pasien COVID-19, Ini Penjelasannya
"Namun sudah empat kali didatangi, pihak SPBU enggan menunjukan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Malah bertele-tele dalam memberikan respon kepada para korban," kata Luki, Jumat (16/7/2021).
Baca juga: Konsumsi BBM Diprediksi Turun Hingga 25 Persen Akibat PPKM Darurat
Ketua PSAT Luki Ahmad di dampingi oleh kuasa hukum Agianto S.C. Dawowo sebagai ketua tim advokasi dkk klinik bantuan hukum Kasalang Center mengatakan bahwa pada Senin (12/7/2021) pukul 8.30 WITA, sekitar 20 sopir angkot mengeluhkan bahwa mesin mobil mereka mogok dikarenakan BBM yang berasal dari SPBU Sindulang bercampur air.
Menurut Luki, pihaknya telah meminta bantuan kepada klinik bantuan hukum agar bisa mendampingi para korban dalam hal meminta penyelesaian kepada pihak SPBU dengan cara di musyawarahkan secara kekeluargaan, agar masalah ini bisa selesai dengan damai tanpa harus melalui proses hukum.
Baca juga: Gempar Rais Syuriah PCNU Sleman Dikabarkan Wafat Hirup Pasien COVID-19, Ini Penjelasannya
"Namun sudah empat kali didatangi, pihak SPBU enggan menunjukan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Malah bertele-tele dalam memberikan respon kepada para korban," kata Luki, Jumat (16/7/2021).
Lihat Juga :