Jual Pupuk Subsidi Lebihi HET, Pemkab Kobar Diminta Evaluasi Penyalurannya

Jum'at, 16 Juli 2021 - 13:11 WIB
loading...
Jual Pupuk Subsidi Lebihi...
DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi penyaluran pupuk bersubsidi.(Ist)
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi penyaluran pupuk bersubsidi . Pasalnya, masih ada penyaluran yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Anggota DPRD Kobar, Muhammad Syamsuri mengatakan, dari beberapa kali reses di Dapil III, sering mendapat keluhan dari petani terkait pupuk bersubsidi yang harganya mahal.

"Kebutuhan pupuk bagi petani ini sangat penting. Namun kenyataanya di lapangan harga pupuk bersubsidi ini masih mahal dan memberatkan petani," kata Syamsuri, Jumat 16 Juli 2021.

Terkait pupuk bersubsidi di Kobar ini terkadang yang melebihi HET, disinyalirada permainan. "Untuk itu kami mendorong pemkab melakukan evaluasi terkait penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Kobar," ujar Syamsuri. Baca: Keluar Exit Tol Salatiga, Puluhan Kendaraan Diputar Balik.

Dia menambahkan, kartu tani yang digunakan petani untuk mendapatkan pupuk bersubdisi juga tidak optimal. "Jika tidak segara dilakukan dievaluasi, bakal terus begitu. Termasuk kartu tani sebagai kontrol dan mempermudah petani mendapatkan pupuk bersubsidi juga sudah tidak optimal lagi," pungkasnya.

Pemerintah daerah diminta harus cepat turun tangan dalam menangani persoalan pupuk bersubdisi. Baca Juga: Kecelakaan di Tambang Pasir Sirkon, 1 Warga Lokal Tewas dan 3 Pekerja China Sekarat.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
BNPB Catat 379,76 Hektare...
BNPB Catat 379,76 Hektare Lahan di Kalteng Dilanda Kebakaran Sejak Januari 2026
Program Huma Betang...
Program Huma Betang di Kalteng Tonggak Reformasi Pendidikan Daerah
Gubernur Agustiar Sabran...
Gubernur Agustiar Sabran Raih Penghargaan Inovasi Membangun Kalteng
Rapat Satgas Pengendalian...
Rapat Satgas Pengendalian Harga Beras, Polda Riau Pastikan Stok Aman dan Sesuai HET
Petani Kalteng Dukung...
Petani Kalteng Dukung 100 Persen Program Cetak Sawah Rakyat
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Rekomendasi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved