PPKM Darurat Jawa-Bali Diberlakukan, Ini Usulan Pakar Kesehatan Unpad
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Dengan lockdown , nantinya yang sakit ditangani di rumah sakit atau melakukan isolasi secara mandiri. Sementara yang belum kena tidak melakukan aktivitas apapun, sehinga tidak ada penularan. Karena menurut dia, virus tidak menyebar dengan sendirinya tetapi karena ada interaksi antara manusia.
"Nah kalau semua off dua minggu, efeknya akan terlihat sebulan yang akan datang. Nanti kasus akan terlihat landai. Nah tinggal di maintenance bagaimana agar kasusnya terus turun dengan mengurangi interaksi," beber dia.
Baca juga: Garang Berseragam Polisi, Pria di Manado Ini Nangis Saat Dibekuk Timsus Maleo
Diakui Irvan, melakukan lockdown sesuai dengan UU Karantina adalah keputusan berat. Karena akan banyak kebutuhan yang mesti ditanggung pemerintah. Namun, pemerintah bisa saja membuat aturan seperti lockdown namun menggunakan bahasa PSBB atau lainnya.
"Tapi kuncinya tetap bagaimana implementasi. Aturan bagus, tapi kalau gak dilaksanakan masif ya sulit. Harus masif dan merata. Idenya harus satu pulau Jawa. Setidaknya seperti PSBB di awal pandemi, bahkan harus lebih dari itu," imbuh dia.
"Nah kalau semua off dua minggu, efeknya akan terlihat sebulan yang akan datang. Nanti kasus akan terlihat landai. Nah tinggal di maintenance bagaimana agar kasusnya terus turun dengan mengurangi interaksi," beber dia.
Baca juga: Garang Berseragam Polisi, Pria di Manado Ini Nangis Saat Dibekuk Timsus Maleo
Diakui Irvan, melakukan lockdown sesuai dengan UU Karantina adalah keputusan berat. Karena akan banyak kebutuhan yang mesti ditanggung pemerintah. Namun, pemerintah bisa saja membuat aturan seperti lockdown namun menggunakan bahasa PSBB atau lainnya.
"Tapi kuncinya tetap bagaimana implementasi. Aturan bagus, tapi kalau gak dilaksanakan masif ya sulit. Harus masif dan merata. Idenya harus satu pulau Jawa. Setidaknya seperti PSBB di awal pandemi, bahkan harus lebih dari itu," imbuh dia.
(eyt)
Lihat Juga :