PPKM Darurat Jawa-Bali Diberlakukan, Ini Usulan Pakar Kesehatan Unpad
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:31 WIB
loading...
Pakar Kesehatan Masyarakat dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Irvan Afriandi. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, selama dua pekan, 3-20 Juli 2021. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Irvan Afriandi.
Baca juga: PPKM Darurat Bakal Diberlakukan, 1 Kampung di Kota Malang Lockdown
Bahkan, Irvan menilai, pemerintah perlu mengambil keputusan lockdown Pulau Jawa, melihat kondisi pandemi COVID-19 yang terus memburuk. "Saya kira kondisi sekarang sudah luar biasa, sehingga penangananya harus luar biasa. Kalau penanganannya biasa biasa saja, ya hasilnya akan biasa. Paling efektif dan ampuh adalah lockdown selama dua minggu," katanya.
Menurut Irvan, saat ini Indonesia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 cukup tinggi. Kenaikan kasus, selain curam juga belum diketahui kapan puncaknya. Namun dia menekankan, saat ini kondisi kasus COVID-19 sudah melebihi angka di awal tahun 2020. Saat ini kematian terjadi dimana mana. Tidak hanya di IGD, tapi di pintu IGD, di jalan, bahkan di rumah saat isoman .
Baca juga: Tangis Pecah di Boyolali, Nyawa Perangkat Desa Melayang Usai Dibakar Hidup-hidup
"Karena itu, lockdown ini akan menghentikan semua interaksi dan aktivitas masyarakat. Semua diam di rumah, sehingga virus tidak akan pindah. Kalau lockdown dua minggu, semua kompak, insya Allah virus berhenti," tegas dia.
Baca juga: PPKM Darurat Bakal Diberlakukan, 1 Kampung di Kota Malang Lockdown
Bahkan, Irvan menilai, pemerintah perlu mengambil keputusan lockdown Pulau Jawa, melihat kondisi pandemi COVID-19 yang terus memburuk. "Saya kira kondisi sekarang sudah luar biasa, sehingga penangananya harus luar biasa. Kalau penanganannya biasa biasa saja, ya hasilnya akan biasa. Paling efektif dan ampuh adalah lockdown selama dua minggu," katanya.
Menurut Irvan, saat ini Indonesia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 cukup tinggi. Kenaikan kasus, selain curam juga belum diketahui kapan puncaknya. Namun dia menekankan, saat ini kondisi kasus COVID-19 sudah melebihi angka di awal tahun 2020. Saat ini kematian terjadi dimana mana. Tidak hanya di IGD, tapi di pintu IGD, di jalan, bahkan di rumah saat isoman .
Baca juga: Tangis Pecah di Boyolali, Nyawa Perangkat Desa Melayang Usai Dibakar Hidup-hidup
"Karena itu, lockdown ini akan menghentikan semua interaksi dan aktivitas masyarakat. Semua diam di rumah, sehingga virus tidak akan pindah. Kalau lockdown dua minggu, semua kompak, insya Allah virus berhenti," tegas dia.
Lihat Juga :