Nyalakan Tanda Bahaya, Jumlah Pasien COVID-19 Meninggal di Kota Malang Melonjak
Senin, 28 Juni 2021 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tangis Bahagia Carissa Tertumpah di GP Ansor, Saat Gadis Cantik Ini Mantap Masuk Islam
"Keseluruh jenazah tersebut, bersadarkan data terkonfirmasi positif COVID-19 . Untuk efisiensi waktu pemakaman, dan agar petugas tidak kelelahan, maka tim pemulasaraan dibagi menjadi dua. Mengingat dalam sepekan ini, rata-rata lebih dari 10 jenazah/hari yang dimakamkan," tegasnya.
Wali Kota Malang, Sutiaji menyebut, kasus COVID-19 di Kota Malang, memang mengalami kenaikan. Begitupun jumlah pasien yang meninggal dunia. "Bahkan empat warga yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia. Makanya, sekarang isolasi mandiri tidak disarankan untuk dilakukan lagi," tegasnya.
Baca juga: Serang Gempar, Seorang Suami Bongkar Makam Istri yang Meninggal Akibat COVID-19
Sutiaji menambahkan, saat ini kondisi Bed Okupansi Ratio (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Malang, mencapai 80 persen. Pemkot Malang sendiri kini tengah mengajukan penambahan ke Pemrov Jatim, untuk tambahan bed di safe house.
"Keseluruh jenazah tersebut, bersadarkan data terkonfirmasi positif COVID-19 . Untuk efisiensi waktu pemakaman, dan agar petugas tidak kelelahan, maka tim pemulasaraan dibagi menjadi dua. Mengingat dalam sepekan ini, rata-rata lebih dari 10 jenazah/hari yang dimakamkan," tegasnya.
Wali Kota Malang, Sutiaji menyebut, kasus COVID-19 di Kota Malang, memang mengalami kenaikan. Begitupun jumlah pasien yang meninggal dunia. "Bahkan empat warga yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia. Makanya, sekarang isolasi mandiri tidak disarankan untuk dilakukan lagi," tegasnya.
Baca juga: Serang Gempar, Seorang Suami Bongkar Makam Istri yang Meninggal Akibat COVID-19
Sutiaji menambahkan, saat ini kondisi Bed Okupansi Ratio (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Malang, mencapai 80 persen. Pemkot Malang sendiri kini tengah mengajukan penambahan ke Pemrov Jatim, untuk tambahan bed di safe house.
(eyt)
Lihat Juga :