Angka Kematian Akibat COVID-19 Menggila, Perajin Peti Mati di Mojokerto Kelabakan
Senin, 28 Juni 2021 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tangis Bahagia Carissa Tertumpah di GP Ansor, Saat Gadis Cantik Ini Mantap Masuk Islam
Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, dirinya sudah memproduksi 20 lebih peti mati. Purwaningtyas pun mengaku sudah menolak pesanan permintaan peti mati yang datang dari beberapa rumah sakit, lantaran minimnya pekerja maupun bahan yang digunakan untuk memproduksi peti mati.
"Dalam sehari, minim bisa membuat 1-2 peti mati , itupun melihat dari jumlah pekerja, satu pekerja mampu membuat satu peti mati saja. Kita juga terbatas lokasi sehingga membuatnya juga terbatas," terangnya. Baca juga: Tembok PPU Katolik Parapat Roboh, 3 Nyawa Melayang
Selama ini, dirinya mempu menerima pemesanan peti mati dalam jumlah banyak lantaran adanya persediaan yang sudah disiapkan. Menurutnya, usaha peti mati yang digelutinya merupakan rintisan dari sang bapak Sudamono sejak 1970 silam. Selepas sang bapak meninggal, usahanya lalu diteruskan kakak kemudian olehnya hingga sampai saat ini.
Sehingga, usaha peti mati ini sudah berjalan tiga generasi. Disampaikan Purwaningtyas, usaha peti mati ini sebelumnya berlokasi Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan baru tiga tahun terakhir dipindahkan ke kawasan Jalan Trunojoyo, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari.
Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, dirinya sudah memproduksi 20 lebih peti mati. Purwaningtyas pun mengaku sudah menolak pesanan permintaan peti mati yang datang dari beberapa rumah sakit, lantaran minimnya pekerja maupun bahan yang digunakan untuk memproduksi peti mati.
"Dalam sehari, minim bisa membuat 1-2 peti mati , itupun melihat dari jumlah pekerja, satu pekerja mampu membuat satu peti mati saja. Kita juga terbatas lokasi sehingga membuatnya juga terbatas," terangnya. Baca juga: Tembok PPU Katolik Parapat Roboh, 3 Nyawa Melayang
Selama ini, dirinya mempu menerima pemesanan peti mati dalam jumlah banyak lantaran adanya persediaan yang sudah disiapkan. Menurutnya, usaha peti mati yang digelutinya merupakan rintisan dari sang bapak Sudamono sejak 1970 silam. Selepas sang bapak meninggal, usahanya lalu diteruskan kakak kemudian olehnya hingga sampai saat ini.
Sehingga, usaha peti mati ini sudah berjalan tiga generasi. Disampaikan Purwaningtyas, usaha peti mati ini sebelumnya berlokasi Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan baru tiga tahun terakhir dipindahkan ke kawasan Jalan Trunojoyo, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari.
Lihat Juga :