COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur'aniyyah, Pengasuh: Mudah-mudahan Jadi Pelajaran

Rabu, 16 Juni 2021 - 12:58 WIB
loading...
COVID-19 Menggila di...
Imbauan untuk penerapan protokol kesehatan, menempel di pintu masuk pesantren Al-Quraniyyah. Foto/SINDOnews/Inin Nastain
A A A
MAJALENGKA - Kasus positif COVID-19 di Pesantren Al-Qur'aniyyah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terus meningkat. Jumlah santri yang dinyatakan positif COVID-19 mencapai 50 orang. Pihak keluarga berharap, kasus yang terjadi di pesantrennya itu bisa menjadi pelajaran bagi pesantren lainnya.

Baca juga: COVID-19 Menggila di Jateng, Video Antrian Pasien di Selasar IGD RSUP Kariadi Viral

Pengasuh pesantren, Yuyut Astiyudin mengatakan, munculnya kasus positif COVID-19 di pesantrennya itu berawal saat ada salah satu santri yang menderita sakit. Atas inisiatif pengurus, santri yang bersangkutan menjalani tes rapid antigen yang kemudian hasilnya reaktif.



"Dari situ saya tidak mau kecolongan lebih banyak lagi. Makanya saya laporan ke dinas terkait tentang hal ini. Setelah dilakukan tes antigen secara keseluruhan lagi, ternyata ada 35 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 . Akhirnya diisolasi ke SKB," kata Yuyut, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Jambi Gempar, Warga Satu RT Tertipu Beli dan Makan Daging Babi Saat Idul Fitri

Jumlah santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami penambahan pada Rabu (16/6/2021) ini. Selain santri, jelas dia, ada satu pengajar yang juga terkonfirmasi positif COVID-19 . "Saat ini sekitar 50 orang. Ini wabah, bukan aib. Justru kalau ditutupi akan bisa bahaya untuk yang lainnya," papar dia.

Setelah muncul kasus, jelas dia, saat ini rutinitas santri di pesantren dihentikan untuk sementara. Kendati demikian, para santri yang negatif masih berada di lingkungan pesantren, dengan pengawasan yang ketat. "Kegiatan santri sekarang di-off dulu, yang negatif dikarantina , tetap di pesantren tidak boleh pulang," jelas dia.

Baca juga: Tempat Hiburan Malam Digerebek Polda NTT, 16 Anak Gadis Dipaksa Layani Tamu hingga Hamil

Terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), Yuyut memastikan pesantrennya sudah memberlakukannya secara ketat. Hal itu sudah dilakukan sejak pandemi COVID-19 pertama kali terjadi.

"Sebetulnya di sini yang paling ketat dalam penerapan Prokes. Makanya di mana-mana ada peringatan pakai masker. Selama satu tahun kemarin ada COVID-19 , di sini tidak bisa menerima tamu secara leluasa, sebarangan," papar dia.

Bahkan, saat para santri kembali ke pesantren setelah mudik, lanjut dia, pihaknya berinisiatif untuk melakukan test rapid antigen . Saat itu, jelas dia, hasilnya non reaktif. Baca juga: Gowa Gempar, Hanya Karena Ayam Jago Sepupu Bersimbah Darah Ditebas Parang

"Sebenarnya setelah liburan, santri kita test antigen seluruhnya, dan non reaktif. Ternyata Allah Maha kuasa segalanya, dan kita hanya ikhtiar. Di sini ada 130 santri. Mudah-mudahan jadi pelajaran untuk pesantren lain, betapa pentingnya penerapan Prokes," jelas dia.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Berita Terkini
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved