Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pegawai Dishub Jatim Diimbau Tidak Bepergian ke Madura

loading...
Pegawai Dishub Jatim Diimbau Tidak Bepergian ke Madura
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menerbitkan surat internal untuk para pegawainya agar tidak melakukan perjalanan dinas ke Madura. Foto ilustrasi/SINDOnews
SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menerbitkan surat internal untuk para pegawainya agar tidak melakukan perjalanan dinas ke Madura. Surat itu diterbitkan menyusul melonjaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan.

Nota dinas yang ditandatangani Sekretaris Dishub Jatim Luhur Prihadi Eka berbunyi 'Sehubungan dengan meningkatnya kasus COVID-19 di wilayah Bangkalan, Pulau Madura, maka diberitahukan kepada Saudara dan seluruh staf yang berdomisili di Pulau Madura terhitung mulai tanggal 07 Juni 2021 sampai dengan tanggal 21 Juni 2021 untuk melaksanakan bekerja dari rumah (WFH) serta bagi Pegawai yang berdomisili di luar wilayah Pulau Madura untuk tidak melaksanakan bepergian dan Dinas Luar ke wilayah Pulau Madura.

Kepala Dishub Jatim Nyono membenarkan terbitnya nota dinas tersebut. Menurutnya, larangan agar pegawai Dishub Jatim tidak ke Madura terlebih dulu tidak salah, justru tujuannya baik untuk mengurangi mobilitas manusia. Baca juga: Gerakan Santri Bermasker, Kapolda Ingin Wujudkan Jatim Bebas Covid-19

Sehingga menekan laju penularan COVID-19. "Di situ (nota dinas) sudah jelas untuk internal saja. Itu kan hanya untuk PNS di lingkungan Dishub Jatim saja, bukan untuk masyarakat umum," kata Nyono, Selasa (8/6/2021).



Sementara itu, mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 di Bangkalan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur (Jatim) dr Herlin Ferliana mengatakan, Dinkes Jatim menyiapkan enam rumah sakit penyangga untuk antisipasi menerima penanganan pasien Covid-19 dari Bangkalan.

Yakni RSUD dr Soetomo, RS Universitas Airlangga, Rumah Sakit PHC, RS Al Irsyad, Rumah Sakit Haji Surabaya, dan Rumah Sakit Adi Husada. Undaan. “Lonjakan kasus di Bangkalan diduga dari para pemudik yang tidak terdeteksi. Saat ini, kami melakukan skrining di tempat-tempat yang ditemukan positif,” katanya. Baca juga: Vaksinasi COVID-19, 30.802 Nakes di Jatim Sudah Disuntik Vaksin Sinovac

Dinkes Jatim dan Dinkes Kabupaten Bangkalan, kata dia, juga akan melakukan screening di lokasi yang banyak mengalami penularan COVID-19. Screening ini untuk memisah positif dengan negatif. "Yang positif nanti kami akan kami pisah lagi. Yang tidak ada gejala, kami letakkan di rumah sakit darurat. Sementara yang bergejala kami rujuk ke rumah sakit," katanya.

(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top