Gagal Turun Kapal, Pasutri dan Anak Dipulangkan ke Surabaya karena Positif Corona
Selasa, 01 Juni 2021 - 16:25 WIB
loading...
Pasangan suami-istri (pasutri) dan anaknya ditolak masuk Kotawaringin Barat saat hendak turun dari kapal di Pelabuhan Panglima Utar Kumai karena salah satunya positif Corona. Foto/iNews TV/Sigit Dzakwan
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Pasangan suami-istri (pasutri) dan anaknya ditolak masuk Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah di Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Ketiganya ditolak saat hendak turun dari kapal lantaran saat pemeriksaan diketahui salah satunya positif Corona (COVID-19).
Baca juga: Hajar Maling Motor Hingga Nyawanya Melayang, 12 Orang di Tanah Jawa Diborgol
Kejadian berawal keluarga kecil ini tiba dengan menaikin KM milik Dharma Lautan Utama (DLU) di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat dari Surabaya, Jatim pada Senin 31 Mei 2021 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat dicek suratnya oleh petugas Satgas COVID-19 dan KKP pelabuhan diketahui bahwa dari hasil swab RT-PCR dari Surabaya sang istri dinyatakan positif COVID-19.
Baca juga: Kepergok Sodomi Bocah di Toilet Masjid Mahasiswa di Lhokseumawe Aceh Ditangkap
Petugaspun dengan tegas meminta pihak kapal yang membawa 88 penumpang tersebut memulangkan ibu tersebut ke daerah asalnya Surabaya. Selanjutnya penumpang yang positif beserta suami dan seorang anaknya tidak boleh turun dari kapal.
Baca juga: Hajar Maling Motor Hingga Nyawanya Melayang, 12 Orang di Tanah Jawa Diborgol
Kejadian berawal keluarga kecil ini tiba dengan menaikin KM milik Dharma Lautan Utama (DLU) di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat dari Surabaya, Jatim pada Senin 31 Mei 2021 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat dicek suratnya oleh petugas Satgas COVID-19 dan KKP pelabuhan diketahui bahwa dari hasil swab RT-PCR dari Surabaya sang istri dinyatakan positif COVID-19.
Baca juga: Kepergok Sodomi Bocah di Toilet Masjid Mahasiswa di Lhokseumawe Aceh Ditangkap
Petugaspun dengan tegas meminta pihak kapal yang membawa 88 penumpang tersebut memulangkan ibu tersebut ke daerah asalnya Surabaya. Selanjutnya penumpang yang positif beserta suami dan seorang anaknya tidak boleh turun dari kapal.
Lihat Juga :