COVID-19 Varian Baru India Menyebar di Cilacap, 2 Kabupaten Ini Juga Jadi Perhatian
Senin, 24 Mei 2021 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Untuk memastikannya, pemerintah juga telah mengirimkan sampel mukosa nakes, ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Ada 12 sampel yang telah diteliti di fasilitas kesehatan, sesuai persyaratan medis.
Baca juga: Hendak Pulang ke Pesantren, 1 Santri di Kendal Positif COVID-19
Dia juga meminta, aparat penegak hukum tidak ragu membubarkan kegiatan yang banyak mengundang massa. Selain itu, Ganjar juga meminta warganya tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu menyusul, banyaknya kasus COVID-19, yang berasal dari klaster keluarga.
"Ada tren peningkatan kasus harian yang ada di sini sampai minggu ke 20. Ini akibat liburan mudik atau yang nekat mudik. Proporsi klaster terbesar itu keluarga 62,4%, ini kita hati-hati betul. Lapas 18,7% dan klaster agama 11,5%. Puncak balik lebaran terjadi di 18 Mei, tercatat 48.754," paparnya.
Ganjar meminta warganya tidak abai akan protokol kesehatan. Sebab, setelah dua pekan setelah lebaran, ada tren peningkatan kasus COVID-19.
Baca juga: Hendak Pulang ke Pesantren, 1 Santri di Kendal Positif COVID-19
Dia juga meminta, aparat penegak hukum tidak ragu membubarkan kegiatan yang banyak mengundang massa. Selain itu, Ganjar juga meminta warganya tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu menyusul, banyaknya kasus COVID-19, yang berasal dari klaster keluarga.
"Ada tren peningkatan kasus harian yang ada di sini sampai minggu ke 20. Ini akibat liburan mudik atau yang nekat mudik. Proporsi klaster terbesar itu keluarga 62,4%, ini kita hati-hati betul. Lapas 18,7% dan klaster agama 11,5%. Puncak balik lebaran terjadi di 18 Mei, tercatat 48.754," paparnya.
Ganjar meminta warganya tidak abai akan protokol kesehatan. Sebab, setelah dua pekan setelah lebaran, ada tren peningkatan kasus COVID-19.
Lihat Juga :