Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Lembang Masih Rendah
Jum'at, 21 Mei 2021 - 06:21 WIB
loading...
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, Heri Pratomo. Foto/Dok.MPI
A
A
A
BANDUNG BARAT - Pandemi COVID-19 masih membuat bisnis perhotelan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum beranjak dari zona kritis.
Meski ada momen libur lebaran, akan tetapi tamu atau wisatawan yang menginap di hotel masih sangat minim.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Heri Pratomo mengatakan, okupansi hotel semasa libur sebelum ataupun setelah Lebaran turun drastis. Bahkan ada hotel yang sama sekali tidak terisi oleh tamu.
"Berdasarkan hasil pelaporan dari sejumlah hotel di sekitar Kecamatan Lembang dan Parongpong pada periode 12-15 Mei 2021, okupansinya kurang dari 10%," sebutnya, Kamis (20/5/2021).
Heri merinci, pada tanggal 12 Mei okupansinya hanya 1,6%, tanggal 13 Mei ada 2,4%. Kemudian di tanggal 14 Mei okupansi sempat naik jadi 8,8%, sementara tanggal 15 Mei okupansinya 8%. Sedangkan usai Lebaran pada tanggal 16 Mei okupansi cuma 8,8%.
"Adanya larangan mudik dan pergerakan orang luar daerah membuat tamu yang menginap minim. Padahal pasar hotel-hotel di kawasan Lembang dan sekitarnya adalah dari Jabodetabek," kata dia.
Sementara untuk angka kunjungan wisata juga tidak berbeda jauh. Ada beberapa tempat wisata yang banyak dikunjungi, tapi tetap ada pembatasan maksimal 25% untuk menjaga protokol kesehatan menghindari kerumunan. Kebanyakan adalah wisatawan keluarga dan merupakan warga lokal Bandung Raya.
Meski ada momen libur lebaran, akan tetapi tamu atau wisatawan yang menginap di hotel masih sangat minim.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Heri Pratomo mengatakan, okupansi hotel semasa libur sebelum ataupun setelah Lebaran turun drastis. Bahkan ada hotel yang sama sekali tidak terisi oleh tamu.
"Berdasarkan hasil pelaporan dari sejumlah hotel di sekitar Kecamatan Lembang dan Parongpong pada periode 12-15 Mei 2021, okupansinya kurang dari 10%," sebutnya, Kamis (20/5/2021).
Heri merinci, pada tanggal 12 Mei okupansinya hanya 1,6%, tanggal 13 Mei ada 2,4%. Kemudian di tanggal 14 Mei okupansi sempat naik jadi 8,8%, sementara tanggal 15 Mei okupansinya 8%. Sedangkan usai Lebaran pada tanggal 16 Mei okupansi cuma 8,8%.
"Adanya larangan mudik dan pergerakan orang luar daerah membuat tamu yang menginap minim. Padahal pasar hotel-hotel di kawasan Lembang dan sekitarnya adalah dari Jabodetabek," kata dia.
Sementara untuk angka kunjungan wisata juga tidak berbeda jauh. Ada beberapa tempat wisata yang banyak dikunjungi, tapi tetap ada pembatasan maksimal 25% untuk menjaga protokol kesehatan menghindari kerumunan. Kebanyakan adalah wisatawan keluarga dan merupakan warga lokal Bandung Raya.
Lihat Juga :