Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pemda KBB Dapat Kuota Rekrutmen CPNS dan PPPK 4.774, Guru Paling Banyak

loading...
Pemda KBB Dapat Kuota Rekrutmen CPNS dan PPPK 4.774, Guru Paling Banyak
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia, KBB, Asep Ilyas (tengah) didampingi Kadisdik Asep Dendih (kiri). Foto/MPI/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapatkan kuota dari pemerintah pusat untuk rekrutmen CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) total sebanyak 4.774. Jumlah tersebut masih di bawah usulan yang dilayangkan Pemda KBB ke pusat yakni sebanyak 5.064. Terdiri dari PNS tenaga kesehatan dan teknis serta PPPK guru dan tenaga kesehatan.

"Kuota yang disetujui pusat memang masih di bawah usulan yang diajukan. Tapi memang itu kewenangannya di pusat, Pemda KBB hanya mengusulkan sesuai perhitungan kebutuhan pegawai di setiap OPD," kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), KBB, Asep Ilyas usai rapat dengan Disdik dan Komisi I DPRD KBB di Kompleks Pemda KBB, Selasa (18/5/2021). Baca juga: Hampir Selesai, Sertifikasi Pesawat N219 Buatan PTDI Jalani 426 Jam Terbang

Asep merinci, jumlah PNS kesehatan yang diusulkan sebanyak 55 dan disetujui 53, tenaga teknis dari usulan 159 yang disetujui 60. Sementara untuk PPPK guru usulannya sebanyak 4.749 disetujui 4.560 dan untuk PPPK kesehatan jumlah usulan 101 dan yang disetuji 101. Sehingga secara total selisih kuota yang tidak disetujui oleh pusat ada sebanyak 290.

Menurutnya, jumlah usulan itu dihitung berdasarkan kebutuhan personel di berbagai dinas. Memang yang paling mendominasi adalah pengisian personel untuk tenaga di bidang kesehatan dan pendidikan khusususnya guru. Termasuk juga tenaga teknis untuk tenaga penunjang sebagai verifikator keuangan di rumah sakit dan puskesmas.



"Pendaftaran seleksinya dilakukan dari 31 Mei sampai 21 Juni 2021. Untuk PPPK guru seleksinya dilakukan oleh Kemendikbud, sementara untuk CPNS dan PPPK non guru seleksi administrasinya melalui SSCASN dengan verifikator instansi daerah," sebutnya. Baca juga: Mulai Besok, Dewan Pengupahan Kota Bandung Bahas Besaran UMK 2021

Kepala Dinas Pendidikan, KBB Asep Dendih menyebutkan, meskipun ada rekrutmen guru dari jalur CPNS dan PPPK masih belum bisa menutupi kekurangan guru di KBB. Ini dikarenakan setiap tahunnya ada ratusan lebih guru yang memasuki masa pensiun. Oleh karena itu keberadaan tenaga honorer di sekolah masih akan terus diberdayakan.

"Kebutuhan kekurangan guru masih belum tercover karena jumlah yang pensiun dan yang masuk tidak sebanding. Makanya jumlah tenaga honorer saat ini yang berjumlah sekitar 6.000 pegawai masih akan diberdaayakan," sebutnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top