Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Grobogan Gempar, Susi Ditemukan Membusuk setelah 4 Hari Tak Keluar Rumah

loading...
Grobogan Gempar, Susi Ditemukan Membusuk setelah 4 Hari Tak Keluar Rumah
Tim Inafis Polres Grobogan mengevakuasi mayat Susi yang ditemukan membusuk dalam rumah. Foto: iNews/Rustaman Nusantara
GROBOGAN - Warga Desa Gubug, Grobogan , Jawa Tengah ( Jateng ) digemparkan dengan penemuan mayat perempuan yang sudah membusuk dalam rumah dengan posisi telentang dan tepat di bawah tiang rumah.

Penemuan bermula saat Bambang, kakak korban mendapatkan laporan dari sopir Susi yang mana mencium bau busuk menyengat saat berdiri di depan pintu rumah korban. Curiga dengan aroma busuk, sopir pribadi Susi kemudian melaporkannya ke kakak korban.

Grobogan Gempar, Susi Ditemukan Membusuk setelah 4 Hari Tak Keluar Rumah

Baca juga: Anak Tewas saat Ritual Mistik, Ayah dan Ibu Korban Simpan Jenazah selama 4 Bulan

Bambang yang dibantu warga sekitar kemudian mendatangi rumah Susi dan melihat pintu masih terkunci dari dalam. Warga dan kakak korban kemudian mencongkel dan membuka paksa pintu garasi.



Berselang 15 menit kemudian, pintu terbuka dan aroma menyengat tercium hingga ke luar rumah. Setelah diperiksa ternyata tubuh Susi yang sudah melepuh dan membusuk.

Dia menyebutkan, selama empat hari pascalebaran, Susi tidak terlihat sama sekali dan toko dalam kondisi tertutup rapat, sopir pribadi Susi yang usai libur kemudian berniat untuk berangkat kerja, namun justru ia mendapati majikannya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Grobogan Gempar, Susi Ditemukan Membusuk setelah 4 Hari Tak Keluar Rumah

Baca juga: Tingkatkan Penyelidikan, Polisi Gelar Perkara Insiden Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo

“Dia (Susi) memang punya riwayat darah tinggi dan diabetes sudah lama, tinggal sendirian, memang susah jadi ada kejadian seperti ini tidak ada yang tahu. Jadi saya tahu dari sopirnya yang laporan,” tutur bambang.

Satu jam kemudian, Tim Inafis Polres Grobogan, Jawa Tengah tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan virus berbahaya yang ditimbulkan dari tumbuh korban, tim inafis kemudian mengenakan pakaian pelindung diri sesuai protokol kesehatan, barang bukti kacamata sendal dan handpohone korban diamankan guna penyelidikan lebih lanjut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top