Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Unggah Status Dugaan Korupsi Dandim 0712 di Medsos, Ketua GNPK RI Ditahan Kejari

loading...
Unggah Status Dugaan Korupsi Dandim 0712 di Medsos, Ketua GNPK RI Ditahan Kejari
Ketua GRPK RI, Basri Budi Utomo (berkaca mata) memberikan keterangan kepada wartawan sesaat sebelum masuk ke dalam mobil yang membawanya ke rutan Mapolres Tegal, Senin (17/5/2021) sore. Foto: iNews/Yunibar
TEGAL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal , Jawa Tengah (Jateng) langsung menahan Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) RI, Basri Budi Utomo 57 tahun, Senin (17/5/2021) sore.

Penahanan dilakukan setelah menerima pelimpahan berkas tahap dua dari penyidik Polres Tegal Kota Tegal .

Baca juga: Kelenteng Sam Poo Kong Semarang Dilanda Kebakaran

Kasus ini bermula saat tersangka memposting status di akun medsos miliknya terkait dugaan korupsi yang dilakukan Dandim 0712 Letkol Infanteri Sutan Padapotan Siregar pada 24 Februari 2021 lalu.



Atas postingannya, Dandim 0712 Tegal melaporkan Ketua GNPK RI, Basri Budi Utomo tersebut ke Mapolres Tegal Kota atas dugaan pencemaran nama baik danpelanggaran undang-undang ITE dan transaksi elektronik.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam Waduk Kedung Ombo Ditutup, Seluruh Korban Ditemukan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tegal, Jasri Umar mengatakan, tersangka ditahan karena ancaman hukumnya 9 tahun penjara.“Penahanan juga dilakukan karena dikhawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya, kami titip di rutan polres,” katanya.

Saat hendak dibawa ke rutan, tersangka Basri mengaku telah melaporkan Dandim 0712 Tegal atas dugaan korupsi dana penanggulangan Covid 19 dan mempostingnya di medsos.

“Saya bukan bajingan, saya bukan maling, saya melaporkan koruptor saya ditahan, tidak ada masalah saya sudah pasang badan ATAS KASUS ini,” kata Basri sebelum masuk ke mobil dan digiring ke tahanan Polres Tegal.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top