Terdampak Badai COVID-19, 80.000 Buruh di Jabar Masih Dirumahkan
Minggu, 02 Mei 2021 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cianjur Gempar, Tak Terima Diputus Cintanya Seorang Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup
Menurut dia, para buruh yang dirumahkan perlu mendapat perhatian, karena penghasilan mereka secara otomatis terpotong. Salah satu sektor yang diperkirakan banyak merumahkan karyawannya adalah hotel dan restoran. Walaupun, saat ini kondisinya mulai membaik.
"Karyawan hotel dan restoran dulu paling banyak dirumahkan , karena kondisi sepi. Tapi sekarang sudah membaik, banyak warga Jakarta yang mulai menginap dan makan ke Badung. Sektor manufaktur dan ekspor juga sudah mulai membaik," katanya.
Baca juga: Takjil Maut Bersianida Tewaskan Anak 9 Tahun, Diduga Melibatkan Anggota Polisi
Dia pun mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan menggelar peringatan May Day dengan menyalurkan bantuan kepada para pekerja terdampak. Total ada 3.655 paket sembako yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan organisasi buruh se-Jawa Barat.
Menurut dia, para buruh yang dirumahkan perlu mendapat perhatian, karena penghasilan mereka secara otomatis terpotong. Salah satu sektor yang diperkirakan banyak merumahkan karyawannya adalah hotel dan restoran. Walaupun, saat ini kondisinya mulai membaik.
"Karyawan hotel dan restoran dulu paling banyak dirumahkan , karena kondisi sepi. Tapi sekarang sudah membaik, banyak warga Jakarta yang mulai menginap dan makan ke Badung. Sektor manufaktur dan ekspor juga sudah mulai membaik," katanya.
Baca juga: Takjil Maut Bersianida Tewaskan Anak 9 Tahun, Diduga Melibatkan Anggota Polisi
Dia pun mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan menggelar peringatan May Day dengan menyalurkan bantuan kepada para pekerja terdampak. Total ada 3.655 paket sembako yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan organisasi buruh se-Jawa Barat.
Lihat Juga :