Rekrut Kerabat Jadi Pegawai, Ini Sosok Manager Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas

loading...
Rekrut Kerabat Jadi Pegawai, Ini Sosok Manager Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra menginterogasi tersangka utama antigen bekas, Picandi Mascojaya yang merupakan Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan. Foto/Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus
MUSI RAWAS - Sosok Picandi Mascojaya (45) tersangka utama kasus stik swab antigen bekas yang didaur ulang di Bandara Kualanamu , Medan, Sumatera Utara berasal dari Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Baca juga: Manajer Kimia Farma Otak Kasus Antigen Bekas Ternyata Bersaudara dengan 3 Tersangka Lainnya

Informasi itu diungkapkan Saparudin, yang sempat satu kelas saat di Sekolah Dasar (SD) dengan Picandi. Saat ditemui di rumahnya, Safarudin menuturkan bahwa Picandi yang mereka panggil dengan nama Can, sudah lama tidak tinggal di Kelurahan Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas .

Baca juga: Manager Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas Bangun Rumah Mewah di Lubuklinggau

Picandi itu sudah merantau sejak bujang, kemudian menikah dan menetap di Kota Lubuklinggau. "Saya hanya pernah dengar-dengar saja bahwa Can pernah bekerja di Batam. Pokoknya sudah kemana-mana kerjanya," ungkap Safarudin, Sabtu (1/4/2021).



Oleh karena itulah ia dan warga sempat kaget ketika mendengar kabar Can dan yang lainnya tertangkap di Medan dalam kasus stik swab antigen. "Kami rasa tidak percaya mereka yang ditangkap di Medan karena kasus swab antigen bekas," ujarnya.Picandi merupakan Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan.

Rekrut Kerabat Jadi Pegawai, Ini Sosok Manager Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas

Kediaman tersangka kasus antigen bekas, Sepipa Sepi di Kelurahan Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Foto/SINDOnews/Era Neizma Wedya

Sedangkan Eli (45) yang merupakan bibi dari tersangka Sepipa Sepi mengatakan ia tidak menyangka bahwa keponakannya akan ditangkap polisi di Medan. Eli mengaku hanya tahu Sepi bekerja dengan Can di Medan. Namun untuk pekerjaanya ia kurang tahu.

Sebab, Sepi tamat sekolah tahun 2019 lalu. Selanjutnyatahun 2020 diajak oleh Picandi bekerja di Medan. Sepi merupakan salah satu tersangka yang ditangkap polisi di pintu keluar Bandara Kualanamu Medan ketika tengah membawa stik swab antigen bekas yang akan didaur ulang.

Diceritakan oleh Eli, Sepi sejak kecil sudah tinggal dengannya karena anak yatim piatu. Sejak usia masih kecil ibunya sudah meninggal dunia. Saat Sepi di bangku SMP bapaknya menyusul meninggal dunia. Sedangkan sekolah sampai tamat sekolah di SMA Negeri Muara Beliti tahun 2019.



“Setelah tamat sekolah, ia ngomong mau kerja saja. Lalu ia mendapatkan tawaran untuk bekerja dengan Can di Medan, terlebih lagi karena masih ada ikatan keluarga. Dan semenjak kerja di Medan belum pernah pulang ke dusun,” ungkap Eli.

Selama ini Sepi tidak pernah bermasalah atau nakal, karena pribadi anaknya baik, rajin beribadah, dan dengan warga juga terkenal ramah. Karena itu, Eli merasa sedih saat mendengar Sepi ditangkap polisi.

"Iye (Sepi) itu keluwo rumah be idak, padek wang e, sholat dak tinggal, kulu kilo cak wang tuh cul, paling nulung gawe ku di rumah kak lah, nyapu, ngepel, ngurus wang belanje di warungku, itulah gawe e,” ungkap bibi Sepi.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top