COVID-19 di India Mengkhawatirkan, Satgas Minta Masyarakat Jangan Abai

Jum'at, 30 April 2021 - 11:43 WIB
loading...
COVID-19 di India Mengkhawatirkan,...
Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad.Foto/Istimewa
A A A
BANDUNG - Satgas COVID-19 Jawa Barat minta masyarakat jangan abai dan lengah atas pandemi COVID-19 . Tsunami COVID-19 yang terjadi di India, mestinya menjadi pelajaran dan pengalaman bagi masyarakat, jangan sampai terjadi di Indonesia.

Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, dengan jumlah penduduk paling banyak di Indonesia, dia khawatir lonjakan kasus akan terjadi di Jawa Barat bila warga abai terhadap prokes.

"Kami tak mau kecolongan seperti kasus di India," ucap Daud saat mengunjungi Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Barat.

Dia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan. Dia mengingatkan bahwa tragedi yang terjadi di India akibat lalainya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Ketika India berhasil menekan angka Covid-19, mereka langsung berpuas diri dan abai dengan protokol kesehatan," katanya dalam siaran persnya.

Daud juga mengingatkan warga agar menghindari kerumunan dan kegiatan-kegiatan meski yang merupakan tradisi tahunan.

"Jika tidak, bisa kita ketahui bersama India sangat mengkhawatirkan. Jadi harus tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan terus menjaga imun tubuh," katanya.

Pada kesempatan itu, Daud mengapresiasi dan memotivasi tenaga medis khususnya yang berada di Labkes Jawa Barat.

Menurutnya mereka sudah bekerja keras dalam perjuangan menekan penyebaran COVID-19 di Jawa Barat.

"Saya sangat mengapresiasi kepada Labkes Provinsi yang selama ini begitu banyak membantu dalam penanganan COVID-19. Termasuk juga memperoleh data masyarakat yang terpapar virus dari mana saja. Sehingga membantu kita dalam penanganannya," kata Daud.

Terlebih, menurutnya para tenaga kerja di Labkes Jawa Barat ini bekerja 24 jam nonstop. "Bahkan ketika harus pergi ke luar kota, mereka tak pernah mengeluh dan langsung bergerak cepat. Karena itulah sekali lagi saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pejuang di Labkes Jabar ini," katanya.

Seperti diketahui bersama, sejak pandemi COVID-19 memasuki Indonesia, Labkes Jawa Barat menjadi garda terdepan dalam penanganan khususnya di Jawa Barat.

Terlebih sejak metode polymerase chain reaction (PCR) dinilai sebagai metode pendeteksi COVID-19 yang lebih akurat dibanding rapid test.

Baca juga: Gagas Layanan Swab PCR, Injabar Unpad Pangkas Waktu dan Biaya Pengetesan

Metode ini dilakukan dengan pengambilan sampel lewat swab (usap) belakang tenggorokan, atau saluran pernapasan lain. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan beberapa tahapan.

Baca juga: Ramadhan, Anggota DPR Bagikan Ribuan Paket Takjil-Sembako di Bandung

Sampel virus dari bebagai lokasi dikirim ke Balai Pengembangan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

Berbagai tahap pemeriksaan mulai dari ekstraksi, real time PCR, hingga interpretasi dilakukan. Setelah verifikasi dan validasi, hasil dari sampel tersebut dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Jawa Barat baik yang positif maupun negatif.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengirim Teror Bom Pesawat...
Pengirim Teror Bom Pesawat Saudi Airlines Terdeteksi di India
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Kisah Tentara Muslim...
Kisah Tentara Muslim India Khianati Inggris demi Dukung Perjuangan Indonesia
Kisah Hayam Wuruk Mencetuskan...
Kisah Hayam Wuruk Mencetuskan Kutara Manawa dengan Berpijak Kitab India
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Rekomendasi
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Berita Terkini
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved