Saat Darurat Corona, Pengusaha Jangan Hanya Berpikir Omzet
Minggu, 19 April 2020 - 16:32 WIB
loading...
JCI East Java (JCI) bersama Koramil 0832/02 Genteng, membagikan paket sembako pada warga terdampak Covid-19 di Kecamatan Genteng, Surabaya, Minggu (19/4/2020). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Lapang susah tetap sedekah. Itulah yang dilakukan oleh Junior Chamber International (JCI) East Java (EJ). Organisasi internasional pebisnis muda ini tetap berbagai di tengah terseoknya lini bisnis yang mereka jalankan akibat pandemi Covid-19.
Vice President JCI East Java, Jonathan Handoko Putra, menuturkan bahwa pandemi covid-19 memang berimbas pada segala lini bisnis. Bahkan tidak sekidikit pengusaha yang berkipikir dalam beberapa bulan kedepan usahanya bakal hancur. Namun ia mengajak para pengusaha dan profesional tidak hanya berpikir turunnya pendapatan, tapi melihat ada banyak masyarakat yang lebih kesusahan akibat wabah corona.
"Jangan lihat omzet yang turun, jangan lihat usahamu yang turun, tapi lihat orang lain yang butuh banyak bantuan. Banyak orang yang besok aja gak tahu mau makan apa," katanya.
Menurutnya, untuk mengatasi imbas Covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Peran serta dan kebersamaan para pengusaha dan profesional sangat dibutuhkan supaya tidak ada masyarakat yang kelaparan.
"Karena semakin kita diberi banyak kepercayaan oleh pencipta kita, maka kita juga diberi juga tanggung jawab yang lebih juga untuk berbagi pada sesama. Semoga gebrakan hari ini bisa mengajak pengusaha banyak, profesional banyak untuk berbagi dari pada mikirin penjualan kita yang turun," tegasnya.
![Saat Darurat Corona, Pengusaha Jangan Hanya Berpikir Omzet]()
Salah satu anggota JCI, Uung Victoria Finky, mengakui ditengah pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang kesusahan, para pengusaha juga berada diposisi sulit. Meski demikian, pengusaha konveksi dan pejuang ASI inipun tetap mengajak semua pengusaha lain untuk berbagi.
Vice President JCI East Java, Jonathan Handoko Putra, menuturkan bahwa pandemi covid-19 memang berimbas pada segala lini bisnis. Bahkan tidak sekidikit pengusaha yang berkipikir dalam beberapa bulan kedepan usahanya bakal hancur. Namun ia mengajak para pengusaha dan profesional tidak hanya berpikir turunnya pendapatan, tapi melihat ada banyak masyarakat yang lebih kesusahan akibat wabah corona.
"Jangan lihat omzet yang turun, jangan lihat usahamu yang turun, tapi lihat orang lain yang butuh banyak bantuan. Banyak orang yang besok aja gak tahu mau makan apa," katanya.
Menurutnya, untuk mengatasi imbas Covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Peran serta dan kebersamaan para pengusaha dan profesional sangat dibutuhkan supaya tidak ada masyarakat yang kelaparan.
"Karena semakin kita diberi banyak kepercayaan oleh pencipta kita, maka kita juga diberi juga tanggung jawab yang lebih juga untuk berbagi pada sesama. Semoga gebrakan hari ini bisa mengajak pengusaha banyak, profesional banyak untuk berbagi dari pada mikirin penjualan kita yang turun," tegasnya.

Salah satu anggota JCI, Uung Victoria Finky, mengakui ditengah pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang kesusahan, para pengusaha juga berada diposisi sulit. Meski demikian, pengusaha konveksi dan pejuang ASI inipun tetap mengajak semua pengusaha lain untuk berbagi.
Lihat Juga :