Taman Bacaan Pelangi Luncurkan Girls’ Scholarship Program untuk Siswi Perempuan di Flores

loading...
Taman Bacaan Pelangi Luncurkan Girls’ Scholarship Program untuk Siswi Perempuan di Flores
Taman Bacaan Pelangi meluncurkan Girls Scholarship Program, sebuah program beasiswa khusus untuk siswi perempuan di Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto istimewa
JAKARTA - Taman Bacaan Pelangi meluncurkan Girls’ Scholarship Program, sebuah program beasiswa khusus untuk siswi perempuan di Flores , Nusa Tenggara Timur. Beasiswa jangka panjang ini bertepatan dan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Girls’ Scholarship Program diberikan untuk siswi-siswi yang saat ini berada di jenjang SMP di kabupaten Ende dan Nagekeo, Flores, hingga mereka lulus SMA.

Founder Taman Bacaan Pelangi Nila Tanzil mengatakan bahwa Girls’ Scholarship Program untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak perempuan yang berprestasi namun berasal dari keluarga prasejahtera agar dapat mengenyam pendidikan hingga lulus SMA. "Kami percaya jika mereka diberikan kesempatan untuk maju dan berkembang, anak-anak perempuan akan mampu menjadi penggerak dan agen perubahan di lingkungan sekitar mereka,” kata Nila Tanzil dalam pernyataannya, Rabu (21/4/2021).

Girls’ Scholarship Program, lanjut Nila, bukan program beasiswa biasa. Sebab, penerima beasiswa ini tidak hanya mendapat biaya untuk keperluan sekolah, namun juga ada berbagai program lainnya untuk mengembangkan kemampuan mereka. "Kami ingin membantu mengurangi angka putus sekolah di Indonesia, khususnya bagi anak-anak perempuan. Kami merancang program ini sedemikian rupa agar anak-anak perempuan ini tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang penuh percaya diri dan berdaya. An empowered girl will empower her family and her society,” ujar Nila Tanzil.

Program Girls’ Scholarship dari Taman Bacaan Pelangi ini, dia menerangkan, terdiri dari tiga komponen, yaitu pertama, Beasiswa Pendidikan (SPP-Sumbangan Pembinaan Pendidikan, uang komite, uang seragam sekolah, biaya ekstra kurikuler, dana untuk membeli buku, dsbnya). Baca juga: Ini Tips Meraih Beasiswa Humphrey Fellowship Program di AS, Cek Link Pendaftaran

Kedua, Pelatihan pengembangan kapasitas diri-para penerima beasiswa akan menerima berbagai pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan soft skills mereka. "Misalnya pengembangan rasa percaya diri, public speaking, literasi keuangan, dan lain sebagainya".



Ketiga, mentoring-para penerima beasiswa akan mendapatkan mentor khusus yang merupakan perempuan sukses di berbagai bidang. Para mentor dicocokkan dengan cita-cita dari masing-masing anak agar dapat menjadi sumber inspirasi dan pemberi semangat mereka.

Untuk gelombang pertama, sebanyak 20 siswi sudah lolos dan terpilih sebagai penerima beasiswa dan diumumkan bertepatan di hari Kartini. Proses seleksi kandidat penerima beasiswa, jelasnya, sudah berlangsung sejak Oktober 2020 dan melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Pendidikan di Kabupaten Nagekeo dan Ende, para kepala sekolah, serta para pemuka masyarakat. Wakil dari Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten dan para pemuka masyarakat dilibatkan sebagai juri dalam proses seleksi kandidat.

Proses seleksi yang berlangsung cukup lama dan detail dilakukan melalui berbagai tahap, yaitu: 1) review dokumen (rapor siswa); 2) penilaian essay siswi; 3) wawancara; 4) kunjungan rumah- home visit untuk memastikan kondisi keluarga kandidat dan interview dengan anggota keluarga.“Kami mengajak semua pihak untuk turut membantu dan berkontribusi dalam program Girls’ Scholarship ini. Sekecil apapun bantuan yang diberikan akan membawa perubahan dalam hidup anak-anak ini”, pungkas Nila Tanzil.

Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepedulian Taman Bacaan Pelangi terhadap kemajuan anak-anak perempuan di Flores. “Atas nama pemerintah Kabupaten Nagekeo, kami mengapresiasi kepedulian Taman Bacaan Pelangi terhadap kemajuan anak-anak perempuan di daerah kami. Beasiswa ini sangat berarti bagi para siswi-siswi dan keluarga mereka. Hal ini juga secara tidak langsung sudah berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas masyarakat di Nagekeo,” kata Johanes Don Bosco.

Sekadar diketahui, data yang dilansir oleh BPS Provinsi NTT 2017 mencatat bahwa anak perempuan yang mampu menamatkan pendidikan dasar (SD) di NTT hanya sebesar 37,58%. Jumlah anak perempuan yang kemudian melanjutkan pendidikan dari sekolah dasar terus mengalami penurunan secara drastis untuk tingkatan jenjang yang lebih tinggi. Baca juga: Enaknya Jadi Anak Peserta BP Jamsostek, Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp174 Juta



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Matildis Mensi Tiwe mengatakan, “Kami berterima kasih kepada Taman Bacaan Pelangi atas berbagai kerjasama dan program-program pendidikan yang dilakukan untuk membantu anak-anak kami di Ende. Program beasiswa ini sangat dibutuhkan dan tentunya akan membuat mereka lebih semangat bersekolah,” kata Matildis Mensi Tiwe.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top