166 Armada Sampah Kecamatan Rusak, Pelayanan Berpotensi Terhambat
Rabu, 21 April 2021 - 09:35 WIB
loading...
Ada sebanyak 166 armada sampah kecamatan yang mengalami kerusakan, hal ini berpotensi memperlambat pelayanan sampah. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar melaporkan ada sebanyak 166 armada sampah di kecamatan yang mengalami kerusakan, hal ini berpotensi memperlambat pelayanan sampah.
Diketahui armada yang rusak tersebut terdiri dari 118 armada roda tiga, 12 dump truk, truk 14, roll truck 10 dan gerobak sampah sebanyak 12 unit.
Plt Kepala DLH Kota Makassar, Imam Hud mengatakan kerusakan truk sudah menjadi tanggung jawab penuh kecamatan untuk membenahi.
Apalagi penganggaran sudah jelas dirincikan oleh pemerintah kota, bahkan anggaran untuk penggunaan bahan bakar pun telah dialokasikan.
Baca Juga: DLH Makassar Tanam 600 Pohon Hadirkan Jalur Hijau
Imam mengatakan, jika kerusakan tersebut tidak segera dibenahi akan berdampak pada pelayanan persampahan di Kota Makassar. Karena armada tersebut beroperasi cukup ketat dan terintegrasi selama 24 jam sehingga jika ada salah satu armada yang mengalami masalah maka jelas akan berdampak pada waktu pengangkutan.
"Inikan barang di kecamatan, itu perlu ditanya kenapa bisa rusak. Sekarang mobil sampah itu tidak ada yang sempurna. Tapi kan ada biaya pemeliharaannya, itu masuk bensin, solar, perbaikannya itu sudah ada anggarannya," ucapnya.
Diketahui armada yang rusak tersebut terdiri dari 118 armada roda tiga, 12 dump truk, truk 14, roll truck 10 dan gerobak sampah sebanyak 12 unit.
Plt Kepala DLH Kota Makassar, Imam Hud mengatakan kerusakan truk sudah menjadi tanggung jawab penuh kecamatan untuk membenahi.
Apalagi penganggaran sudah jelas dirincikan oleh pemerintah kota, bahkan anggaran untuk penggunaan bahan bakar pun telah dialokasikan.
Baca Juga: DLH Makassar Tanam 600 Pohon Hadirkan Jalur Hijau
Imam mengatakan, jika kerusakan tersebut tidak segera dibenahi akan berdampak pada pelayanan persampahan di Kota Makassar. Karena armada tersebut beroperasi cukup ketat dan terintegrasi selama 24 jam sehingga jika ada salah satu armada yang mengalami masalah maka jelas akan berdampak pada waktu pengangkutan.
"Inikan barang di kecamatan, itu perlu ditanya kenapa bisa rusak. Sekarang mobil sampah itu tidak ada yang sempurna. Tapi kan ada biaya pemeliharaannya, itu masuk bensin, solar, perbaikannya itu sudah ada anggarannya," ucapnya.
Lihat Juga :