Rawa Pening Meluap, Puluhan Hektare Sawah di Tuntang dan Banyubiru Terendam

loading...
Rawa Pening Meluap, Puluhan Hektare Sawah di Tuntang dan Banyubiru Terendam
Hamparan sawah di daerah Banyubiru, Kabupaten Semarang terendam air limpasan dari Rawa Pening, Kamis (15/4/2021). Foto/SINDOnews/Angga Rosa
SEMARANG - Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa pekan belakangan membuat debit air yang mengalir ke Rawa Pening meningkat. Akibatnya, danau alam tersebut tidak mampu menampung yang air yang masuk dan meluap ke areal persawahan warga di daerah Tuntang dan Banyubiru.

Baca juga: Rawa Pening Riwayatmu Kini...

Dampaknya, puluhan petani tidak dapat bercocok tanam. Salah seorang petani, Saban (50) warga Desa Rowosari, Tuntang menuturkan, sawah yang terendam air limpasan Rawa Pening di Desa Rowosari mencapai puluhan hektare. Ketinggian air yang merendam sawah mencapai 30 hingga 50 sentimeter sehingga tidak bisa ditanami padi.

Baca juga: Kerusakan Ekosistem Rawa Pening Tak Terkendali, Ikan Sulit Didapat

"Ketinggian air yang merendam sawah diambang batas sehingga tidak bisa ditanami. Kondisi ini membuat petani merugi, karena sebagian petani sudah mengeluarkan biaya untuk mengolah sawah," tuturnya, Kamis (15/4/2021).



Menurut dia, setiap musim penghujan, air Rawa Pening pasti meluap dan menggenangi sawah warga. Akibatnya, petani hanya bisa menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun.

Petani lain, Bandi (56) mengatakan, setiap musim penghujan petani di Desa Rowosari beralih profesi menjadi nelayan. Ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari menyusul hilangnya mata pencaharian mereka selama musim penghujan.

"Kalau sawah tergenang air, kami tidak bisa bertani. Tentu saja, kami tidak memiliki penghasilan. Maka dari itu, saya mencari ikan di Rawapening untuk mencukupi kebutuhan hidup," katanya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top