Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu

loading...
Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu
Jowinda Maure terus menangis ketika digendong neneknya, Jowinda dan Reyhan adalah kaka beradik yang selamat dari banjir bandang yang telah melenyapkan rumah dan kedua orang tua mereka. Foto: iNews/Danny Manu
ALOR - Lolos dari banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT ), namun kini dua balita itu menjadi yatim piatu, karena kedua orang tuanya masih hilang karena berusaha menyelamatkan salah satu anaknya yang berumur 9 bulan.

Kondisi Jowinda Maure yang terus menangis ketika digendong neneknya, Jowinda dan Reyhan adalah kaka beradik yang selamat dari banjir bandang yang telah melenyapkan rumah dan kedua oran mereka.

Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu

Baca juga: Bencana di NTT, Jokowi Minta Korban Hilang Terus Dicari

Jowinda berusia dua tahun sementara adiknya Reyhan masih berusia sembilan bulan. Reyhan ditemukan selamat oleh salah satu warga ketika mendengar tangisannya, meskipun sebagian badan sudah tertutup lumpur.

“Saat ditemukan, tubuh Reyhan tertutup lumpur dan terus menangis, tangisan itu lah yang didengar warga dan berhasil menyelamatkannya,” tutur keluarga korban, Elisa.



Baca juga: Peduli Bencana, Perindo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Badai Seroja NTT

Rupanya, kejadian yang terjadi subuhitu, Jowinda kakaknya sudah mendapat tanda, saat magrib dia terus menangis sehinggadiambil neneknya untuk tidur di rumah sang nenek yang tidak jauh dari rumah mereka.

Sementara Reyhan tetap bersama kedua orangtuanya di rumah milik mereka. Sehingga pascakejadian saat ditemukan Reyhan, adiknya yang sembilan bulan, ketahuan rumah mereka bersama lima rumah lainnya sudah terbawa banjir.

Baca juga: Kisah Heroik Pasukan Zeni TNI AD Bangun Jembatan untuk Korban Banjir Bandang Bima

Kedua orang tua kakak beradik Jowinda dan Reyhan, bersama 17 orang warga lainnya yang hilang saat banjir bandang yang menyapu Desa Lipang. Lima dari 17 orang tersebut telah ditemukan meninggal, sementara 12 lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk orangtua kedua balita ini.



Kini keduanya masih dirawat neneknya dan telah mendapat perhatian khusus dari salah satu anggota DPRD Alor, yang bersedia menjadi orangtua asuh kedua balita tersebut.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top