Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu
Rabu, 14 April 2021 - 23:54 WIB
loading...
Jowinda Maure terus menangis ketika digendong neneknya, Jowinda dan Reyhan adalah kaka beradik yang selamat dari banjir bandang yang telah melenyapkan rumah dan kedua orang tua mereka. Foto: iNews/Danny Manu
A
A
A
ALOR - Lolos dari banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT ), namun kini dua balita itu menjadi yatim piatu, karena kedua orang tuanya masih hilang karena berusaha menyelamatkan salah satu anaknya yang berumur 9 bulan.
Kondisi Jowinda Maure yang terus menangis ketika digendong neneknya, Jowinda dan Reyhan adalah kaka beradik yang selamat dari banjir bandang yang telah melenyapkan rumah dan kedua oran mereka.
![Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu]()
Baca juga: Bencana di NTT, Jokowi Minta Korban Hilang Terus Dicari
Jowinda berusia dua tahun sementara adiknya Reyhan masih berusia sembilan bulan. Reyhan ditemukan selamat oleh salah satu warga ketika mendengar tangisannya, meskipun sebagian badan sudah tertutup lumpur.
“Saat ditemukan, tubuh Reyhan tertutup lumpur dan terus menangis, tangisan itu lah yang didengar warga dan berhasil menyelamatkannya,” tutur keluarga korban, Elisa.
Baca juga: Peduli Bencana, Perindo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Badai Seroja NTT
Rupanya, kejadian yang terjadi subuhitu, Jowinda kakaknya sudah mendapat tanda, saat magrib dia terus menangis sehinggadiambil neneknya untuk tidur di rumah sang nenek yang tidak jauh dari rumah mereka.
Kondisi Jowinda Maure yang terus menangis ketika digendong neneknya, Jowinda dan Reyhan adalah kaka beradik yang selamat dari banjir bandang yang telah melenyapkan rumah dan kedua oran mereka.

Baca juga: Bencana di NTT, Jokowi Minta Korban Hilang Terus Dicari
Jowinda berusia dua tahun sementara adiknya Reyhan masih berusia sembilan bulan. Reyhan ditemukan selamat oleh salah satu warga ketika mendengar tangisannya, meskipun sebagian badan sudah tertutup lumpur.
“Saat ditemukan, tubuh Reyhan tertutup lumpur dan terus menangis, tangisan itu lah yang didengar warga dan berhasil menyelamatkannya,” tutur keluarga korban, Elisa.
Baca juga: Peduli Bencana, Perindo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Badai Seroja NTT
Rupanya, kejadian yang terjadi subuhitu, Jowinda kakaknya sudah mendapat tanda, saat magrib dia terus menangis sehinggadiambil neneknya untuk tidur di rumah sang nenek yang tidak jauh dari rumah mereka.
Lihat Juga :